Gabungan Ormas dan OKP Gelar Aksi Masa Di Kantor Walikota Sorong

  • Whatsapp
PAPUA BARAT (Sorong) – Merespon soal banjir yang kerap terjadi di Kota Sorong, membuat sejumlah masyarakat dan gabungan organisasi Masyarakat, Mahasiswa dan Pemuda menggelar aksi Demonstrasi di halaman kantor Wali Kota Sorong. Kamis (30/07/2020).
Kali ini masa berjumlah kurang lebih sekitar 100 orang yang terdiri dari gabungan Masyarakat dan organisasi kepemuda’an OKP/OKPI. Masyarakat tersebut berasal dari kampung bugis km. 10,masyarakat Km. 12 dan Organisasi2 kepemudaan OKP/OKPI, yakni HMI, PMII, GMNI, PMKRI, IMM,  KAMMI dan pemuda IPPMPK Sorong.
Seperti yang diketahui bahwa bencana alam berupa banjir yang melanda kota sorong pada 17 Juli 2020 lalu hingga hari ini, telah tercatat sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia, beberapa rumah diantaranya rusak berat akibat tertimbun longsor, dan ribuan rumah lainya terendam banjir.
Masyarakat menilai bahwa banjir yang terjadi di kota Sorong bukan hanya dikarenakan oleh faktor alam melainkan kelalaian Manusia khususnya Pemerintah kota sorong sebagai pemangku kebijakan daerah.b
Awalnya aksi Aliansi Mahasiswa yang menuntut Pemerintah Kota Sorong segera menyelesaikan masalah banjir berlangsung aman. Mereka melakukan long march menuju kantor Walikota Sorong. Namun setibanya di kantor Walikota, sejumlah mahasiswa membakar ban bekas. Satuan Polisi Pamong Praja yang melarang aksi bakar ban membuat mahasiswa marah, adu mulut, dan sailng dorong terjadi.
Polisi yang hendak melerai justru terlibat perlawanan dengan masa aksi. Situasi semakin memanas di mana mahasiswa dan polisi serta Pol PP terlibat aksi saling dorong dan saling pukul menggunakan kayu dan pentungan. Akibatnya, dua anggota polisi mengalami luka di bagian kepala dan puluhan Mahasiswa lainya mengalami luka memar atas perkelahian tersebut.
Kapolres Kota Sorong, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, pihaknya tidak mentolerir aksi massa yang melakukan kekerasan. Apalagi dua anggotanya terluka. “Tadi ada informasi anggota saya yang kena, tetap kami proses. Anggota sekarang divisum setelah itu buat laporan polisi dan kita lakukan upaya-upaya hukum. Siapapun apalagi anggota saya korban, tetap kita buat laporan polisi,” ujar Kapolres AKBP Ary Nyoto Setiawan.
Lanjut Ary, anggota polisi yang terluka sementara divisum di klinik Polres Sorong. Kepolisian selanjutnya akan menerbitkan laporan polisi, untuk menyidik siapa pelaku yang menyebabkan kericuhan tersebut. Dalam aksi demonstrasi mahasiswa itu, mereka juga membawa sejumlah alat elektronik dan membuangnya di halaman kantor Walikota.
Menurut Koordinator aksi, Abdul Qodir Loklomin, demonstrasi gabungan mahasiswa dan masyarakat ini adalah bentuk kekecewa’an terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam menyelesaikan persoalan bencana banjir yang terus melanda kota sorong.
Tak hanya itu, masyarakat juga meminta kepada pemerintah dalam hal ini walikota sorong agar melihat persoalan ini dengan hati, memberikan bantuan sosial sebagai wujud empati dan segera turun ke sejumlah lokasi yang dianggap rawan banjir, untuk segera melakukan peninjauan dan perbaikan faktor yang menjadi penyebab banjir, diantaranya drainase yang buruk, penanganannya sampah, dan masalah galian C di Kota Sorong. (IL)
Facebook Comments
Baca Juga :  Rekomendasi Demokrat Turun Ke Yusran-Benkis