Eduardus Futwembun Ancam akan Pidanakan 2 Media

  • Whatsapp

Saumlaki – Eduardus Futwembun ancam akan mempidanakan dua media yang dalam pemberitaannya telah merugikan Kleinnya. Kedua media tersebut harus meminta maaf sebanyak tiga kali berturut-turut dalam pemberitaan di medianya.

Kuasa hukum Eduardus Futwembun Dalam jumpa pers dengan beberapa awak media undangnya di Buritan kamis, (15/10/2020), mengatakan, “dua media N.25 News dan Suara Kepulauan Tanimbar segera meminta maaf tiga kali berturut-turut pada medianya masing- masing jika tidak Senin, (19/10/2020) kami akan lapokan pidana tersebut,” Tegasnya.

Menurut Futwembun dua media tersebut telah merugikan klien nya dalam pemberitaannya yang sepihak yang justru menimbulkan akibat hukum bagi mereka.

“Selain itu, dalam pemberitaan tersebut menyebutkan pihak klien kami Yustus Buriat pejabat Desa Lauran, tertutup dengan Dana Silpa yang telah dicairkan yang tidak sesuai peruntukannya serta tidak menyebutkan Narasumber dalam pemberitaannya,” Kata Futwembun.

Baca Juga :  Pembangunan Bermacam Monumen, Kesehatan Di KKT Terabaikan

Padahal pemberitaan sala hsatu media yang hasil konfirmasi dengan Yustus Buriat, ketua BPD, yang telah menjelaskan soal pencairan dana Silpa diperuntukan untuk pekerjaan pembangunan satu ruangan gedung BPD, rabat 100 m. pembangunan menara air bersih dan pembayaran Insentif perangkat desa RT,RW Pos Yandu,guru-guru TK Paud, PKK dan lainya, pembayaran upah kerja serta Dan pekerjaan proyek tersebut dikerjakan lansung oleh RT-RT dan rukun-rukun yang ada di Desa Lauran. guna memberdayakan masyarakat setempat.

“Bahkan Ketua RW dan sala satu tenaga kerja telah mengakui insentif dan upah kerja telah dibayarkan, lalu darimana pengunaan dan pemanfaatan dana Silpa yang tidak tepat sasaran?” Tanya kuasa Hukum nya.

Baca Juga :  Peringati Hari Pangan Sedunia, SKK dan KKKS Lakukan Sejumlah Rangkaian Kegiatan

Futwembun secara secara tegas mengatakan klaimnya tidak bersala karena baru empat bulan menjabat di Desa Lauran namun sudah dapat membuktikan kinerja kerjanya dimana dana Silpa telah tepat peruntukannya. Jadi dari
pemberitaan dua media tersebut telah merugikan klain kami.

Hal tersebut telah merugikan klain kami sehingga perlu ada permintaan maaf dalam bentuk klarifikasi di media masing-masing. (*)

Facebook Comments