Dugaan Penyimpangan Dana BOS SDN 3 Liwa Semakin Menguat

  • Whatsapp
SDN 3 Liwa

LIWA – Dugaan penyimpangan dana BOS pada SDN 3 Liwa Lampung Barat semakin menguat, pasalnya Tim BOS Sekolah dan Tim BOS Kabupaten saling menutupi terkait serapan anggaran dana BOS Ekstrakulikuler saat dikonfirmasi awak media.

Saat dikonfirmasi Tim BOS Sekolah beberapa waktu lalu terkait serapan anggaran dana BOS Reguler tentang komponen pembelajaran dan ekstrakulikuler Tahun 2020 mengatakan, ada serapan anggaran untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler di tahap 1 sebesar Rp 22.704.000 di Tahun 2020 untuk persiapan Lomba, namun ketika ditanya wartawan rincian kegunaannya pihak sekolah terkesan menutupi informasi dan berdalih lupa. Sedangkan untuk tahap 2 dan 3, bendahara sekolah menegaskan tidak ada menganggarkan kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler.

Padahal mengacu laporan realisasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, tim bos SDN 3 Liwa juga membiayai kegiatan pembelajaran dan ekskul tahap 2 dan 3. Rinciannya, dana pembelajaran dan ekskul tahap 2 sebesar Rp 7.494.000, tahap 3 senilai Rp 9.540.000. Fakta ini tentu mencengangkan mengingat bendahara SDN 3 Rohayati mengaku tidak ada serapan dana pada tahap 2 dan 3.

Diduga tim BOS sekolah berbohong dan berusaha keras menutupi data kegiatan dimaksud. Sebab, baik kepsek SDN 3 Suryana maupun bendahara tim BOS tidak dapat menunjukkan bukti adanya kegiatan terhadap penggunaaan dana tersebut.

Dilain pihak, Anggota tim BOS Kabupaten Lampung Barat Lediyawati juga mengatakan sejak ada pembatasan akibat pandemi covid-19, seluruh kegiatan ekstrakulikuler pada semua sekolah ditiadakan. Jika pun kegiatan tersebut dilaksanakan, maka itu menyalahi aturan.

Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan data yang dimiliki awak media, dengan adanya serapan anggaran ekstrakulikuler pada tahap 2 dan 3. Saat diminta penjelasannya, tim BOS kabupaten berdalih bisa saja pihak operator sekolah salah memasukan data laporan ke Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) milik kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) sebab aplikasi tersebut masih dalam uji coba, kesalahan memasukan data juga bisa saja disebabkan oleh operator yang kurang memahami dalam mengirim pelaporan data.

Padahal jika mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler, tentang tugas tim BOS kabupaten/kota dijelaskan fungsi tim tersebut salah satunya melakukan koordinasi, sosialisasi, atau pelatihan program BOS Reguler kepada pengelola SD dan SMP.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Seharusnya tim BOS Sekolah sudah berkompeten dalam mengirim data serapan anggaran BOS dan berhati-hati saat mengirim laporan serapan anggaran BOS, pasal nya data laporan yang di kirim bukan sebagai bahan uji coba.

Selain itu, Lediyawati juga berdalih jika anggaran dana BOS bisa saja dialihkan untuk penanganan covid-19 karena ada peraturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler tahun 2020, anggaran dana BOS bisa dialihkan untuk penanganan covid-19 di sekolah, pernyataan ini di perkuat juga oleh keterangan Kabid Dikdas Seno dalam keterangannya melalui via telfon.

Saat diminta awak media tunjukan peraturannya, Lediyawati menuturkan, bahwa ada beberapa item anggaran BOS yang bisa dialihkan untuk penanganan covid-19, seperti pembiayaan langganan daya dan jasa , pembiayaan administrasi kegiatan sekolah, namun tak bisa menunjukan peraturan bahwa selain 2 komponen BOS itu bisa dialihkan untuk penanganan covid-19, tentunya pernyataan pihak tim BOS Kabupaten ini dipertanyakan, karena tak bisa menunjukan data fisik yang benar tentang kegunaan dana BOS SDN 3 Liwa Lambar.

Awak mediapun mengecek kebenaran tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler tahun 2020, tidak ada aturan selain 2 komponen tersebut yang bisa dialihkan untuk penanganan covid-19.

Sehingga diduga pihak tim BOS Kabupaten menutup-nutupi dan berusaha keras berbohong terkait realisasi serapan anggaran BOS SDN 3 Liwa Lampung Barat. (ys)

Pos terkait