DPRD Lampung Setujui KUA PPAS APBD 2020

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG– DPRD Provinsi Lampung menyetujui rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Lampung Tahun 2020 yang diserahkan Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (12/11/2019) lalu.

Persetujuan DPRD Lampung itu dituangkan dalam penandatangan Nota Kesepakatan antara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay dan empat Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung pada rapat paripurna di Ruang Sidang DPRD Lampung, Jumat (15/11).

Dalam dokumen rancangan tersebut tergambar struktur fiskal keuangan daerah pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020. Yaitu, Pendapatan Daerah sebesar Rp7,866 triliun dengan komponen, yang terdiri dari PAD Rp3,319 triliun, Dana Perimbangan Rp4,495 triliun dan lain-lain Pendapatan Daerah Rp51,656 miliar.

Baca Juga :  Aplikasi SIARIL UIN Lampung Dinilai "GAGAL" Hingga Menuai Misteri

Kemudian Belanja Daerah sebesar Rp7,756 triliun terdiri dari komponen Belanja Tak Langsung Rp4,940 triliun dan Belanja Langsung Rp2,816 triliun.

Dengan memperhatikan besaran antara Pendapatan Daerah dengan Belanja Daerah tersebut, maka selisih anggaran akan dimanfaatkan untuk mengimbangi kebutuhan Pembiayaan Daerah, yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Rp85 milyar dan Pengeluaran Pembiayaan Rp195,180 miliar.

Menurut Fahrizal, paripurna ini merupakan tahap lanjutan dari pembahasan antara Eksekutif dan Legislatif dalam memformulasikan KUA.

Selain itu pula terhadap prioritas program kegiatan pembangunan daerah yang akan menjadi acuan dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020.

“Sesuai dengan agenda pokok kegiatan pada hari ini, hasil pembahasan bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD telah menyepakati Asumsi Makro Ekonomi Provinsi Lampung Tahun 2020,” ujar Sekdaprov Fahrizal.

Baca Juga :  Polres Balam Salurkan 286 Sembako ke Kaum Duafa, Yatim Piatu dan Warakauri Polri

Asumsi Makro Ekonomi Provinsi Lampung Tahun 2020 yang telah disepakati, disebutkan Fahrizal meliputi Pertumbuhan Ekonomi Lampung diproyeksikan 5,4 sampai dengan 5,7 persen dan laju inflasi akan dipertahankan pada tingkat 3,0 hingga 3,5 persen.

Kemudian, pendapatan per kapita penduduk sebesar 45,54 juta rupiah, Tingkat Pengangguran Terbuka pada tingkat 3,85 persen dan Persentase Penduduk Miskin 11,10 persen. “Lalu Indeks Gini pada angka 0,32 serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada level angka 70,23,” katanya. (Humas Prov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.