DPRD Gunungkidul Sosialiasi Wawasan Kebangsaan

  • Whatsapp
sosialisasi wawasan kebangsaan yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Gunungkidul dengan narasumber ketua DPRD kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, SE. Foto: Mungkas

Gunungkidul – sosialisasi wawasan kebangsaan yang diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Gunungkidul dengan narasumber ketua DPRD kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, SE dengan dikuiti peserta Pamong kalurahan, tokoh masyarakat, karang taruna dan unsur lembaga Kelurahan dan perempuan yang berjumlah 30 orang di Bale Kelurahan selang.

Lurah Wardoyo Kelurahan telah memberikan sambutan bahwa dengan adanya sosialisasi wawasan kebangsaan ini diharapkan kan mampu menyadarkan tentang wawasan kebangsaan kepada masyarakat dan menghimbau kepada para peserta untuk di sosialisasikan di setiap pertemuan di padukuhan maupun tingkat RT.
Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh ketua DPRD kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih,SE memaparkan tentang wawasan kebangsaan dengan berbagai problematika kebangsaan yang muncul sebagai musuh bangsa Indonesia. Dalam makalahnya menjelaskan
Masalah Keteladanan Pancasila yang pertama maraknya sikap dan perilaku destruktif yang mengedepankan hal-hal negatif di ruang publik. Kedua kurangnya apresiasi dan insentif terhadap prestasi dan praktik-praktik baik. Ketiga kurang pengarusutamaan keteladanan Pancasila di ruang publik. Empat masih kurangnya keteladanan dari tokoh-tokoh pemerintahan dan masyarakat. Lima tendensi mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan dengan mengabaikan prinsip-prinsip kebaikan kehidupan publik.

Baca Juga :  Mbah Sis Anwar siap maju lagi teruskan program di Karangtengah

Masalah Inklusi Sosial

Globalisasi membawa kontestasi nilai, ideologi dalam kepentingan yang mengarah kepada menguatnya politisasi identitas. Menguatnya gejala polarisasi dan fragmentasi sosial baik berbasis identitas keagamaan, kesukuan, golongan dan kelas-kelas sosial.

Lemahnya budaya kewargaan.

Indonesia sebagai masyarakat plural kurang dan praktikpraktik pembelajaran multikulturalisme.
Lemahnya kebijakan dan kepemimpinan yang mendorong ke arah inklusi sosial.

Masalah Keadilan Sosial

Kebijakan pembangunan masih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daripada pemerataan. Masih terjadi sentralisasi pembangunan ekonomi pada wilayah-wilayah tertentu. Meluasnya kesenjangan sosial antar pelaku ekonomi; antar daerah; antar bidang; antar sektor dan antar wilayah.

Selanjutnya narasumber yang kedua adalah apa Heri Nugroho dari Fraksi Golkar sebagai wakil ketua DPRD kabupaten Gunungkidul beliau menyampaikan bahwa pergeseran sosial budaya di saat pandemi covid 19 yang harus mentaati protokol kesehatan dan berpesan tetap menjaga karakter budaya warga kabupaten Gunungkidul .
(Mungkas)

Facebook Comments