Disinyalir BPNT Bermasalah Kadisos Membantah

  • Whatsapp

PRINGSEWU – Disinyalir Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras dan telor yang di Terima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ada permainan harga, kwalitas barang juga tak sesuai dengan yang diterima oleh KPM, bahkan Perusahaan Suplaiyer diduga sudah terkondisi oleh pihak Rumah Pangan Kita (RPK) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pringsewu, jumat (5/9/2019)

Harga yang tak sesuai dengan harga di pasaran membuat KPM mengeluh, hasil investigasi wartawan menemukan harga telur dan harga beras tidak sesuai dengan yang dipasaran seperti beras yang diterima oleh KPM, seharusnya beras yang berkualitas premium dengan harga Rp.12.000 per kg akan tetapi yang diterima beras medium dan harga telor di bandrol bekisar Rp.2000 perbutir.

Baca Juga :  Kejari Berikan Bantuan Ambulance Covid-19 ke Pemkab Pringsewu

Menurut sumber koran ini, inisial S warga Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo, Penerima BPNT di e-warung Pekon Sinar Baru mengaku kwalitas beras yang di berikan oleh e-warung dengan harga 12ribu per kg itu terlalu mahal, karena beras yang diterima pecah-pecah, masih banyak menirnya, belum lagi harga satu butir telor dihargai antara 1500-2000 rupiah perbutir, ” bantuan BPNT yang kami Terima beras juga telur harganya terlalu mahal mas” Tidak sesuai harga pasaran, katanya pada koran ini (5/8/2019)

Dalam program BPNT di Kabupaten Pringsewu, data yang di dapat dari berbagai sumber Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 20.767 KK, jumlah e-warung yang ditujuk berjumlah 57 titik tersebar di kabupaten pringsewu.

Menangapi hal itu, Sholihin Koordinator Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan (TKSK), mengatakan” Setahu dirinya, CV Barokah sebagai supplier beras dan telur untuk 57 e-warung disembilan Kecamatan di Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga :  Wabup Pesibar Ikuti Peringatan HAN Tahun 2021 Secara Daring

Ia membantah, terkait sekema pembelian 8 kilogram beras serta 7 butir telur untuk KPM yang dikondisikan oleh pihaknya.

“Kewenangan penunjukan untuk RPK juga suplaiyer ada pada Dinsos kabupaten, juga untuk pembelian dan lain-lainnya kebijakan dari Dinas Sosial dan Rumah pangan kita”, ucap Sholihin, Selasa (06/08/2019).

Lanjut Sholihin, Pendamping TKSK sifatnya hanya mengawal pendistribusian BPNT sampai ke e-warung dan diterima langsung KPM.

Saat ditanya terkait besaran dana bantuan BPNT yang diterima KPM sholihin mengakui “Satu KPM menerima Rp.110.000 per-satu bulan dengan menerima 8 kg beras Premium dan 7 butir telur, itu pun harus di ambil ke E-warung yang di tunjuk petugas”, ujarnya.

Hasil investigasi media ini, terkuak nama CV Barokah sebagai supplier BPNT dan adanya indikasi, CV Barokah yang menjadi supplier tunggal untuk mengisi e-warung di Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga :  BAIN-HAM RI Harap Para Cakades Bebas dari Narkoba

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Sosial Bambang Suharmanu menepis tuduhan dugaan penunjuk supplier untuk 57 e-warung.”Kalau CV Barokah betul di tunjuk sebagai supplier oleh RPK Bulog metro, namun lebih jelasnya silahkan tanya ke RPK metro atau ke koordinator TKSK”,kata Bambang Suharmanu beberapa pekan lalu.

Masih Bambang Suharmanu menuturkan, untuk jumlah KPM Kabupaten Pringsewu sebanyak 20.767 penerimaan BPNT.

“Beras yang diterima tidak bermasalah, malah, kata penerima berasnya pulen tidak seperti beras sejahtera”,tepisnya (tim)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.