Dinkes Lamteng Musnahkan Obat Kedaluwarsa

  • Whatsapp

GUNUNG SUGIH- Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Tengah (Lamteng) memusnahkan obat-obatan kedaluwarsa. Ada enam jenis obat-obatan kedaluwarsa yang ada di Gudang Obat milik dinkes setempat.

Pemusnahan obat itu secara simbolik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Adi Erlansyah, dengan menyerahkan berita acara kepada pihak ketiga yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di gudang obat Dinkes setempat, Jumat (8/11).

“Obat tersebut diserahterimakan kepada PT. Manuppak Abadi sebagai pihak ketiga, perusahaan pemusnah obat dan bahan berbahaya, yang ditunjuk oleh Kemenkes. Sementara, obat-obatan yang diserahterimakan tersebut, mulai dari tahun 2013 sampai dengan 2016,” ungkap Sekda.

Obat-obatan itu lanjut Sekda, merupakan obat kedaluarsa yang dibeli pada tahun anggaran 2013-2016, dan ada juga bantuan dari Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Wabup Pesibar Ikuti Peringatan HAN Tahun 2021 Secara Daring

“Adapun obat yang akan dimusnahkan itu merupakan obat generik berbagai merek, diantaranya merek antalgin. Totalnya lebih kurang dua ribu tablet,” imbuhnya.

Dilanjutkan Adi, total nilai dari obat-obatan yang akan dimusnahkan itu adalah Rp 332 juta.

“Jadi pelaksanaannya sesuai prosedur adalah dengan memusnahkan obat yang masuk expired date, yang hari ini kita serahkan ke pihak ketiga itu, untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta dengan pengawalan, guna dimusnahkan Kemenkes,” papar dia.

Ditegaskan Adi Erlansyah, obat-obatan kedaluwarsa yang ada pada gudang Dinkes setempat merupakan stok yang tak terpakai. Namun, kata dia, tidak termasuk dalam katagori non-distribusi.

“Kita memang punya buffer stock. Jadi bukan karena tidak terdistribusi. Atau dengan kata lain, tidak bisa kita melakukan pengadaan obat ini dengan stok pas. Tapi persentasenya tidak terlalu besarlah, karena banyak obat yang terpakai,” tandasnya. (ded)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.