Dinilai Tak Layak Konsumsi. Warga Kembalikan Beras Bantuan Pemkab Lambar

  • Whatsapp

Lampung Barat — Warga Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat mendatangi Balai pekon setempat guna mengembalikan beras yang terkemas dalam bentuk bantuan sosial sembako penanganan dampak corona virus dissaese 2019 (covid-19). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan warga terhadap kualitas beras yang di bagikan Pihak Pemkab Lambar melalui Perangkat Pekon.

Seperti diketahui, Pemkab Lambar mengalokasikan anggaran senilai Rp8 Miliar lebih dari biaya tak terduga (BTT) tahun 2020 untuk penanganan dampak ekonomi akibat covid-19 berupa 35 ribu paket sembako yang berisi 10 kilogram (Kg) beras dan 4 kaleng ikan kemasan yang disalurkan ke 15 kecamatan yang ada.

Namun, dalam penyaluran 35 ribu paket bantuan sosial ini terjadi polemik. Dimana, banyak masyarakat mengeluhkan akan kualitas beras yang dinilai tidak layak komsumsi.

Baca Juga :  DPC AWPI Kota Metro Harap Pemkot untuk Membantu LKS Bakti Mulya

Peratin (Kepala Desa) Kubu Perahu, Eri Susanto saat ditemui, Jumat (12/06/20) mengatakan, bahwa 98 dari 194 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial paket sembako dipekonnya mengembalikan bantuan berupa beras 10 Kg ke balai pekon pada hari Kamis (11/06) lalu.

Menurutnya, pengembalian beras oleh masyarakat ini merupakan bentuk kekecewaan, mereka menilai beras yang dibagikan merupakan beras dengan kwalitas rendah dan tidak layak komsumsi.

“Diperkirakan jam 9 pagi kemarin ada beberapa warga yang mengembalikan beras, dan pengakuan mereka beras itu tidak layak, bauk dan hitam, dan bila dimasak katanya itu basi. Makanya mereka pulangkan ke balai pekon,” ucapnya.

Menanggapi kejadian tersebut pihaknya lalu melakukan pendata jumlah masyarakat yang memulangkan bantuan dan diteruskan dengan kordinasi dengan Dinas Sosial Lambar.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Berterimakasih Atas Jasa dan Pengabdian Kasat Pol-PP Lampung

“Terus kita data, siapa dan berapa banyak (yang memulangkan), dan nyatanya 98 kk yang memulangkan. Karna kemarin kita kasih waktu sampai jam 5 sore,” katanya lagi.

Dikatakan Eri, untuk saat ini beras yang dipulangkan telah diganti dengan beras yang baru. Serta telah mulai pihaknya salurkan kembali.

“Kita buatkan berita acara lalu kita ke Dinas Sosial, dan dari Dinas Sosial itu kita langsung pergi ke gudang di tempat Aho (Pihak Ketiga Penyedia Barang dan Jasa Bantuan Sosial Sembako) dan diganti dengan yang baru,” ucapnya.

Sementara salah satu penerima bantuan Leni mengatakan, beras yang diterima sebelumnya merupakan beras dengan kualitas buruk. Hal itu terlihat dari warna dan aroma yang tidak sedap.

Baca Juga :  DPRD Mesuji Segera Panggil PT XL Axiata

“Gak layak makan om, bau dia (beras) dan warnanya merah kekuning-kuningan,” ucapnya.

Itu dirasakan Leni setelah mencoba memasak beras tersebut sesaat setelah di bagikan. Dan Leni pun bersama warga lain berinisiatif untuk mengembalikannya. Namun dia bersyukur karna kini beras sudah di ganti dengan kualitas yang lebih baik.

“itu kemarin udah saya masak om, makanya kita tau rasanya, tapi Alhamdulillah sekarang udah diganti, katanya sih kualitasnya bagus,” pungkas Leni. (*)

Facebook Comments