Dinas PPPA Pesibar Gelar Sosialisasi Puspaga

  • Whatsapp
Dinas PPPA Pesibar Gelar Sosialisasi Puspaga

Pesisir Barat – Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPPA) Pesisir Barat menggelar acara Sosialisasi dan Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), di Aula Hotel Sunset Beach, Pekon Wayredak, Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu 01 September 2021.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi S.Pd., MM. di dampingi Kadis PPPA Kabupaten Pesisir Barat Nurkemala S.Pd., M.M yang diwakili oleh Sekretaris DPPPA Pesisir Barat Rukzawarni, S.IP, Ketua Tim Gugus Tugas KLA yang diwakili oleh Kabid Bappeda Brian Virzada, S.H., M.M, dan Fasilitator KLA Provinsi, Ahmad Azhari, S.pd.

Turut hadir dalam acara tersebut, Para Perwakilan OPD Kab. Pesisir Barat, Anggota Darma Wanita anggota Karang Taruna Pesisir Barat, Golongan Organisasi Wanita (GOW) dan Psikolog Ny.Tetty Aida Safitri.

Dalam sambutanya, Kadis DPPPA Kabupaten Pesisir Barat yang diwakili oleh Sekretaris DPPPA Pesisir Barat, Rukzawarni, S.IP. menyampaikan bahwa Puspaga merupakan layanan yang dapat memberikan informasi, Edukasi, Konsling dan penjangkauan yang dilakukan oleh tenaga professional secara gratis.

Baca Juga :  Pemkab Pesibar Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

“Puspaga juga merupakan bentuk program layanan pencegahan di bawah ko’ordinasi DPPPA dan merupakan sebagai Wujud Kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga, ungkapnya.

Ia menjelaskan, “Keberadaan Puspaga juga dapat memberikan layanan fokus pada keluarga yang meliputi Ayah, Ibu dan Anak dan menawarkan solusi kepada masyarakat jika mengalami kasus yang berkaitan dengan kehidupan keluarga,” jelasnya.

Asisten I juga dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Ada 24 indikator yang harus di penuhi oleh suatu Daerah Kabupaten/Kota untuk mendapatkan status Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Indikator- indikator tersebut tidak hanya menjadi menjadi tugas Dinas PPPA saja melainkan tersebar pada Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terkait di lingkungan Kabupaten Pesisir Barat,” lanjut Audi.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Kunker Ke Pesisir Barat

Audi Marpi memaparkan bahwa untuk mencapai status Kabupaten Layak Anak, perlu upaya kita bersama, OPD-OPD terkait serta para Stakeholders agar dapat memenuhi 24 indikator yang sudah di tentukan.

“Salah satu indikator lain yang harus kita penuhi adalah pembentukan pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA). Banyak persoalan yang menjerat anak di Indonesia, seperti kasus kekerasan, perkawinan anak, pekerja anak, dan lainnya terjadi akibat pengasuhan salah di dalam keluarga baik oleh orang tua, maupun keluarga pengganti,” paparnya.

“Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak anak yang orang tuanya kehilangan mata pencaharian, bahkan ada yang harus kehilangan orang tuanya karena terpapar Covid-19, sehingga mereka memerlukan pengasuhan alternatif,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Pesibar Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

“Disinilah pentingnya peran pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA) sebagai tempat pembelajaran keluarga yang memberikan layanan pendampingan berupa edukasi, informasi, konseling, dan sosialisasi bagi keluarga yang mengalami masalah demi meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga,” jelasnya.

Audi mengatakan bahwa Keluarga merupakan pengasuh pertama dan utama, memiliki peran penting membangun pondasi utama dalam mengembangkan karakter dan budi pekerti pada anak melalui pengasuhan berbasis hak anak

Puspaga harus mampu mencetak keluarga sebagai pelopor dan pelapor, sekaligus agen perubahan dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, demi mempercepat terwujudnya 24 indikator Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Saya berharap kepada seluruh pihak untuk bersinergi menjadikan Puspaga terstandarisasi sesuai dengan mandat Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” tutupnya. (*)

Pos terkait