Dilaporkan Kepolisi, Karang Taruna Putera Seketi merasa Dirugikan

  • Whatsapp
Karang Taruna Putera Seketi, dalam konferensi pers di salah satu Kedai di Jalan Raya Desa Sokawangi, Taman, Pemalang, Senin 3 Mei 2021. Foto: Trisnanto

Pemalang – Karang Taruna Putera Seketi, Desa Gondang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang,dilaporkan ke Polisi atas dugaan penggelapan uang Retribusi Pasar.

Dugaan itu disampaikan Warsito, Ketua Karang Taruna Putera Seketi, dalam konferensi pers di salah satu Kedai di Jalan Raya Desa Sokawangi, Taman, Pemalang, Senin 3 Mei 2021.

Warsito mengungkapkan, saat ini pengurus Karang Taruna Putera Seketi tengah dilaporkan ke Polres Pemalang, atas dugaan penggelapan uang retribusi parkir Pasar Gondang, dalam kurun waktu 2018-2021.

Mereka dilaporkan NS, warga Desa Gondang, dengan dugaan tindak pidana pasal 372 KUHP itu. Bahkan sejumlah pengurus karang taruna sudah dipanggil Unit IV Reskrim Polres Pemalang untuk dimintai klarifikasi.

Baca Juga :  NgabuburIT di Desa Kandang

“Kita pertanyakan, apa dasarnya NS melaporkan saya dan kawan-kawan karang taruna dengan dugaan penggelapan,” ujar Warsito.

Adapun karang taruna mengelola retribusi parkir Pasar Gondang, kata Warsito, itu berdasarkan kesepakatan bersama Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh pemuda, dari tanggal 18 Januari 2018.

“Apakah NS dirugikan? dan nominalnya berapa yang mereka tahu tentang karang taruna. Jadi disini sangat benar-benar ada dugaan kriminalisasi kepada kita,” terang Warsito.

Padahal, jelas Warsito, selama ini hasil retribusi parkir Pasar Gondang itu mereka realisasikan untuk kegiatan sosial. Seperti perbaikan lapangan, santunan anak yatim, pengajian umum, pengadaan tong sampah untuk warga, dan banyak lagi.

“Dan itu semua anggaran dari tahun 2018 sampai 2020, itu semua kita kemas secara rapi di LPJ. Jadi kalau ada pelaporan dugaan penggelapan, itu penggelapan yang mana?” tutur Warsito.

Baca Juga :  NgabuburIT di Desa Kandang

Warsito menduga, apa yang menimpa pengurus karang Taruna Putera Seketi saat ini adalah buntut dari aksi mereka , yang belakangan gencar mereka lakukan bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pemalang (AMPP).

Warsito menuturkan, saat ini pihaknya sudah melayangkan surat ke Kapolres Pemalang dan jajaran untuk memberikan perlindungan hukum, dan mengkaji ulang laporan dugaan penggelapan tersebut.

“Kami disini sebagai karang taruna, merasa dirugikan, dicemarkan nama baiknya,” kata Warsito.

Adanya dugaan kriminalisasi itu, Warsito menegaskan, pihaknya bersama masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, siap melapor ke Propam Mabes Polri. (tris)

Facebook Comments