Diduga Tak Indahkan Himbauan Presiden, Toyota Astra Finance akan Dilaporkan ke Ombudsman RI

  • Whatsapp

Bekasi – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) beberapa bulan yang lalu sudah menegaskan bahwa, Bank maupun perusahaan pembiayaan (Leasing) dilarang melakukan penagihan utang kepada warga terdampak virus Corona. Apalagi dilakukan oleh jasa debt Collector.

“Bank dan industri keuangan non bank dilarang kejar-kejar angsuran, apalagi menggunakan debt collector itu dilarang dan saya minta Kepolisan catat dan kejar,” kata Jokowi dalam konferensi pers melalui teleconference di istana merdeka Jakarta Selasa, 24 Maret 2020.

Dalam kebijakan presiden, agar perbankan maupun lembaga keuangan non bank memberikan kemudahan melalui penundaan cicilan kredit selama setahun bagi debitur terdampak Covid-19.

Begitu pula Lewat instruksi POJK No. 11/POJK.03/2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK,) melarang debt collector mengambil kredit kendaraan bermotor bagi pengemudi ojek online, taksi online hingga nelayan imbas penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun kenyataannya, instruksi itu belum berjalan mulus di lapangan. Terbukti, beberapa kredit pemilik kendaraan, menelan pil pahit. Kredit kendaraan mereka didatangi debt collector hingga ke rumah.

Salah satunya, menimpa Alpon Paber (63) seorang Driver Taksi Online yang terdampak Covid-19. Kendaraan mobil Xenia Sporty warna abu-abu ingin diambil oleh debt collector dari rumahnya, menyusul kreditnya macet selama 4 bulan.

Baca Juga :  Viral Video Kades Sukaindah Bersama Aparatur Desa Asyik Berjoget Bersama Tanpa Mematuhi Protokol Kesehatan

Menurut pengakuan Alpon Paber, pada bulan maret 2020 dirinya telah mengajukan penangguhan pembayaran kepada Toyota Astra Finance dan telah direspon oleh pihak Toyota Astra Finance dengan memberikan surat pernyataan pada 13 april 2020.

“Pada tanggal 11 juni, 14 juni dan 15 juni rumah saya didatangi debt colector untuk menarik kendaraan saya w:dengan cara mengintimidasi. Jika 1 unit kendaraan tidak di serah kan maka-Mata Elang yang akan mengambil kendaraan,”ucap Alpon kepada awak media di kantor Hukum Jeffry Ruby Tampubolon SH.

Masih di lokasi yang sama, Jeffry Ruby Tampubolon SH & Rekan selaku kuasa hukum memandang hal ini dan menanggapi:

1. Bahwa Toyota Astra Financial tidak memperhatikan himbauan pemerintah untuk melakukan penangguhan pembiayaan sebagai mana peraturan Otoritas Jasa keuangan No.11 POJK 03/2020 tentang stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan dampak penyebaran Corona virus diesase 2019.

Baca Juga :  Viral Video Kades Sukaindah Bersama Aparatur Desa Asyik Berjoget Bersama Tanpa Mematuhi Protokol Kesehatan

2. Bahwa dengan adanya dugaan intimidasi penarikan kendaraan bermotor oleh Mata Elang (debt collector yang biasa menarik kendaraan di jalan) sehingga kami menanggapi Toyota Astra Financial tidak memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi No.18PUU-XVII/2019 tertanggal 16 januari 2019 yang berbunyi penerima hak Fidusia (Kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan Negeri.

3. Bahwa adapun jika penarikan tersebut tetap dilakukan kami selaku kuasa hukum akan melakukan tindakan hukum sebagai mana pasal 368 KUHP “barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum,memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan suatu barang yang seharus nya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang diancam dengan pidana penjara selama sembilan tahun”.

4. Bahwa atas dasar tersebut kami akan mengirimkan surat ke Otoritas jasa ke uangan atas ada nya indikasi pelanggaran perbankan

5. Kami akan mengirim kan surat ke Ombusman RI karena di tenggarai ada nya Mal administrasi

Baca Juga :  Viral Video Kades Sukaindah Bersama Aparatur Desa Asyik Berjoget Bersama Tanpa Mematuhi Protokol Kesehatan

6. Pada saat klien kami melakukan konfirmasi ke Toyota Astra Financial pada 13/6 guna mempertanya kan penangguhan kredit yang telah di setujui melalui whatsApp.menyatakan sudah masuk sistem aplikasi telah di setujui.
Dengan mengirimkan foto Unit kendaraan,foto STNK dan foto KTP.

7.kami akan mengirimkan surat ke Kapolri yang di tembuskan ke Polres Metro Bekasi Kota guna perlindungan hukum.

Jeffry Ruby Tampubolon SH berharap, “kepada Toyota Astra Financial untuk mengklarifikasi permasalahan ini dan dapat merealisasikan penangguhan dan pembayaran angsuran dari Rp.3.899.000 di naikan menjadi Rp.4.116.000 dengan masa tenor dari 61 bulan menjadi 64 bulan agar dapat di tinjau kembali karena ini sangat memberatkan dan merugikan klien kami,”harap jeffy.

Sementara itu saat awak media konfirmasi ke pihak Toyota Astra Financial melalui telpon selular dengan Hendy.
Hendy menjelas kan, “bahwa aplikasi prosedur atas nama Alpon kemungkinan ada yang tidak lengkap dan tidak di setujui karena tunggakan jalan 4 bulan,” terang hendy. (Jerry)

Facebook Comments