Diduga Minta Fee Ke Suplier, Camat Moga di Demo Warga

  • Whatsapp

Pemalang – Sejumlah warga yang menamakan diri Forum Masyarakat Moga (FMG) melakukan aksi unjuk rasa di halaman Pendopo Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (18/05/ 2020).

Aksi unjuk rasa yang dijaga ketat oleh puluhan anggota polsek Moga dan Anggota TNI Koramil Moga berjalan tertib dengan disaksikan oleh para pegawai Kecamatan Moga, dan dari informasi yang dihimpun, Camat Moga Andri Adi masih dalam perjalan menuju kantor Kecamatan.

Disampaikan oleh Ikmaludin Aziz koordinator FMG dalam dalam orasinya bahwa menyampaikan pendapat sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat tiga (3) dan UU No. 39 Tahun 1999 pasal 3 ayat 2,”Kami menyampaikan aspirasi terkait dengan carut marutnya pelaksanaan penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di wilayah Kecamatan Moga yang ternyata tidak hanya terkait sasaran penerima, kualitas, kuantitas dan harga produknya saja namun termasuk jadwal penyalurannya,” kata Ikmal.

Ikmaludin juga menyampaikan jadwal penyaluran BPNT untuk Kecamatan Moga baru dikeluarkan hari Minggu siang tanggal 17 Mei 2020 (Kemarin siang) dan penyaluran harus dilaksanakan mulai hari ini (Senin, 18 Mei 2020), ini jelas membuat agen dan supplier kalang kabut dan tidak siap dalam mengemas, mengirimkan dan membagikannya kepada masyarakat penerima, jika tetap dilaksanakan pasti produk dan kemasannya akan menjadi asal-asalan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun sebenarnya kasus ini tidak hanya sekali ini, dan ternyata hal ini terjadi karena unsure kesengajaan yang diduga dilakukan oleh oknum TKSK dan Camat.

” Ini unsur kesengajaan dengan maksud karena camat meminta fee kepada para supplier di luar bina lingkungan (BL) yang telah disepakati, dengan mengancam akan mengganti supplier jika tidak memenuhi keinginannya, ditambah lagi camat secara pribadi menginginkan menjadi supplier bahkan dengan membawa – bawa nama Sekda Pemalang dan dalam perjalanannya kami juga mendapat informasi dari supplier beras bahwa mereka dimintai uang dengan ancaman yang sama seperti tersebut diatas,”imbuh Ikmaludin.

Ikmaludin juga dalam orasinyanya menegaskan “Terkait dengan permasalahan tersebut, maka kami dari FMG hari ini menyampaikan sikap, laksanakan Program BPNT dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan, Camat Moga harus mengundurkan diri jika ingin menjadi supplier BPNT dan Aparat Penegak Hukum ( APH ) usut tuntas dugaan pungutan paksa yang disertai ancaman, kami juga meminta jangan jadikan kantor kecamatan sebagai warung sembako, berikan penjelasan kepada masyarakat terkait nama Sekda Kabupaten Pemalang dan atau keluarganya yang dicatut sebagai calon supplier, meminta kepada yang berwenang untuk mengganti camat Moga yang lebih baik dan bertanggungjawab, meminta kepada dinas instansi terkait untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan ini agar tidak berlarut – larut dan menimbulkan keresahan masyarakat dan selanjutnya, Forum Masyarakat Moga akan membawa permasalahan ini ke Pemerintaah Kabupaten agar permasalahan ini tidak terjadi lagi baik di wilayah Kecamatan Moga dan Kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Pemalang,” pungkas Ikmaludin Aziz.

Setelah menyampaikan orasi Ikmaludin Aziz beserta puluhan warga yang melakukan aksi meninggalkan halaman pendopo tanpa menunggu kedatangan Camat Moga. (Joko Longkeyang)

Facebook Comments