Diduga Kuat “ADA MAIN”, Panitia Pilkades Desa Subik Jadi Sorotan

  • Whatsapp
Lampung Utara – Pesta demokrasi rakyat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa Subik, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara tengah dinilai cacat Demokrasi.
Pasalnya, dari enam Calon Kepala Desa (Cakades) yang telah melakukan verifikasi, salah satu diantaranya tidak diloloskan oleh panitia Pilkades dengan alasan belum memiliki pengalaman menjadi pamong desa.
Menurut informasi dilapangan, panitia Pilkades tetap bersikeras untuk tidak meloloskan Reza Pahlevi sebagai calon Kepala Desa (Kades). Dan tetap menjadikan pengalaman menjadi pamong desa sebagai indikator untuk tidak meloloskan Reza Fahlevi.
Menyikapi hal tersebut, Kadi Saputra Ketua Ikatan Pemuda Mergo Selagi itu mengatakan, ia heran atas putusan tersebut. Sementara beberapa calon lain hanya memiliki ijazah paket B Sederat SMP, sementara calon yang tidak diloloskan ini lulusan SMA.
“Alasan tidak ada pengalaman menjadi pamong kab bukan syarat mutlak dalam pencalonan, aneh,” kata Kadi kepada media melalui rilis nya. Selasa (03/11).
Kardi juga menduga dengan adanya kejadian ini panitia dan Dinas PMD Kabupaten Lampung Utara terindikasi ada main serta ada unsur kesengajaan dengan tidak meloloskan calon tersebut.
“Kami menduga kuat ada unsur kesengajaan itu. Ini terlihat tidak fair, Bakal Calon tidak lolos dengan alasan yang tidak menjadi hal prinsip dan tidak masuk akal,” ungkapnya.
Lanjutnya, kalau memang pengalaman menjadi syarat mutlak, maka calon lain pun ada yang tidak memiliki pengalaman tersebut.
Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa, dalam waktu dekat kami dari Ikatan Pemuda Mergo Selagi akan turun kejalan (Aksi Damai) menyikapi persoalan ini. Ini jelas mencederai demokrasi kita.
“Dari verifikasi penjaringan calon kepala desa kami duga terindikasi syarat dengan manipulasi dikarenakan calon yang digugurkan memenuhi kriteria dari syarat juknis calon kepala desa tersebut. oleh karenanya maka panitia dapat mangevaluasi kembali bakal-bakal calon tersebut hingga tidak merugikan hak dipilih dan memilih masyarakat desa subik kecamatan abung tengah,” paparnya.
Terkahir ia menyatakan, apabila hal tersebut tidak menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti maka kami atas nama Ikatan Pemuda Mergo Selagi akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi sesuai prosedur hukum dan aturan undang-undang yang berlaku, tegasnya.

Diketahui Desa Subik merupakan pemekaran dari Desa Pekurun yang notabene tempat kelahiran dari bakal calon yang tidak diloloskan oleh panitia. (Rls/Red)

Baca Juga :  Biro SDM Polda Lampung Tandatanganani Pakta Integritas Seleksi Sespimmen Polri

Pos terkait