Diduga Dicurangi, Cakakam Lapor Dewan

  • Whatsapp

GUNUNGSUGIH- Calon kepala kampung (cakakam) Pujokerto, Kecamatan Trimurjo, Mujiono dan tim pemenangannya terus bergerilya mencari keadilan atas dugaan kecurangan pemilihan kepala kampung (pilkakam) setempat serentak pada 7 November 2019.

Setelah sebelumnya mendatangi Dinas PMK Lampung Tengah (Lamteng) untuk menyampaikan gugatan penyelenggaraan pilkakam yang disinyalir ada praktik kecurangan, tim cakakam nomor urut 01 ini mendatangi gedung DPRD Lamteng, Selasa (26/11).

Di kantor wakil rakyat itu, mereka menyampaikan kecurangan dan mekanisme yang mungkin terjadi dengan gugatan yang telah dilayangkan ke Dinas PMK. Rombongan warga itu diterima anggota DPRD Hendri Farizal, Cecep Jamani, Umar, Purismono, dan Najamudin.

Arsyad, tim Mujiono dalam forum itu menuturkan, ada kejahatan sistemik yang terjadi pada saat pelaksanaan pilkakam setempat.

Baca Juga :  Pemkab Lampung Utara Raih Penghargaan Pratama Kabupaten Layak Anak

“Pada hari pencoblosan itu kami duga ada upaya pengarahan dukungan, karena orang-orang yang berdomisili luar kampung, dijemput dan dimobilisasi menuju tempat pemungutan suara, untuk memilih calon nomor urut 02. Belum lagi dugaan praktik politik uang,” jelasnya.

Mendengar aduan warga Kampung Pujokerto itu, Komisi 1 DPRD Lamteng akan menindaklanjuti laporan warga atas dugaan praktik kecurangan pada saat pelaksanaan pilkakam setempat.

“Kita harus duduk bersama. Kami akan panggil Dinas PMK, Kabag Hukum Pemkab Lamteng, panitia pilkakam setempat, Camat Trimurjo, dan dua cakakam terkait. Kita akan telusuri persoalan ini agar selesai. Karena persoalan semacam ini tak boleh berlarut-larut, karena dampaknya kepada pelayanan masyarakat luas,” ungkap Ketua Komisi 1 DPRD Lamteng, Hendri Farizal.

Baca Juga :  DPO Pelaku Curas Berhasil Diamankan Polres Waykanan

Sebelumnya, Kabid III Dinas PMK Lamteng Sumarno mengatakan, gugatan yang dilayangkan Mujiono Cs telah masuk di Dinas PMK. Kendati demikian, pihaknya masih mau merapatkan kembali bersama tim panitia kabupaten.

“Nantinya, tim panitia tingkat kabupaten akan rapat dan memanggil, baik panitia Pilkakam, penggugat dan tergugat. Bila terbukti curang, pilkakam Pujokerto dinyatakan gagal. Sehingga, kampung ini akan dipimpin pelaksana tugas (plt) yang ditunjuk pihak kecamatan di wilayah itu, sampai adanya pilkakam kembali,” jelas Sumarno.

Dilanjutkannya, mekanisme pilkakam berbeda dengan pemilihan legislatif (pileg). “Jika pileg, sang pemenang gugur akan digantikan nomor urut yang meraup suara di bawahnya. Namun, pilkakam tak begitu. Bila pemilihan ini gagal, Plt kakam yang menjabat, sampai ada pilkakam kembali,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Resmikan Posko Serbaguna Brigif 4 Mar/BS Peduli Covid-19 Lampung

Terpisah, Kadis PMK Lamteng Firdaus Rokain menerangkan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah disepakati panitia pilkakam tingkat kampung dan kecamatan, maka jumlah itulah yang berhak memilih.

“DPT itu sudah diatur dalam Perbup. DPT yang telah disepakati bersama, maka masyarakat yang masuk DPT, dialah yang punya hak pilih. Jadi kalau soal itu tak ada masalah,” tegasnya.

Terpisah, Mujiono mengungkapkan fakta baru dari gugatannya yang telah disampaikan kepada Dinas PMK. Menurutnya, ada bukti yang hilang berupa flashdisk yang disertakan dalam materi laporan.

“Kami cek di Dinas PMK, flashdisk yang isinya bukti-bukti kecurangan tak ada. Tapi, nanti saat pemanggilan panitia kabupaten, akan kami berikan lagi,” tandasnya. (dod)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.