Diduga, Calon Kakam Jual Sapi Bandes

  • Whatsapp

GUNUNGSUGIH- Program bantuan desa (bandes) berupa sapi dari pemerintah tahun 2002 untuk Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, diduga dijual calon kepala kampung (kakam) setempat, Zudianto alias Yudi.
Sekretaris Kampung Bangunrejo, Wanto mengatakan, awalnya bandes pemerintah tahun 2002 berupa kambing. Mayoritas penerimanya ialah masyarakat. Berselang beberapa tahun, kambing itu dijual dan dibelikan sapi. Dan setelah sekian tahun, berkembang menghasilkan 9 sapi.
Namun sayangnya, 9 sapi bandes tersebut diambil oleh Zudianto alias Yudi, dari para peternak di kampung setempat, dan dikumpulkan jadi satu di rumah Yudi pada tahun 2014.
“Saat dikonfirmasi keberadaan sapi tersebut, ia berbelat belit. Dia bilang sapi itu ada, dan tak dijual. Namun warga kampung bertanya-tanya, kenapa sapi itu diambil Yudi. Ketika ada yang mau gaduh (merawat) sapi, tak dikasih yang bersangkutan. Warga pun tak pernah melihat ada sapi di rumahnya. Karenanya, wajar bila kami duga sapi bandes ini dijual. Selain itu, Yudi ini merupakan anak dari mantan Kakam Bangunrejo,” jelasnya.
Dilanjutkan Wanto, Zudianto alias Yudi saat ini sedang mencalonkan diri sebagai Kepala Kampung Bangunrejo. “Kalau dia mau menarik simpati masyarakat, seharusnya tidak seperti itulah. Kami sangat menyayangkan kenapa sapi itu dibuat tidak jelas keberadaannya,” kata dia.
Hal senada diungkapkan mantan Kakam Bangunrejo, Supran. Dikatakannya, selama dirinya menjabat kepala kampung setempat, sapi-sapi tersebut sudah berada di tangan Yudi.
“Seingat saya, pas mau acara HUT kampung tahun 2014, awal saya menjabat kakam, sapi itu sudah dengan Yudi, karena dia anak dari kakam sebelum saya. Singkat cerita, acara HUT kampung kami waktu itu kekurangan dana. Lalu, saya musyawarah kepada warga, akhirnya disepakati untuk meminta Yudi jual sapi. Tapi Yudi malah hanya antarkan Rp3 juta, dan itu disaksikan warga setempat. Sementara sisa sapi 9 ekor yang ada pada Yudi itu, saat ditanyakan tak pernah jelas, dan sampai kini tak tahu dimana keberadaannya,” katanya.
Terpisah, mewakili masyarakat setempat, Ridho Akbar meminta pihak berwajib segera mengusut tuntas terkait bandes berupa sapi yang diduga dijual Yudi tersebut, agar diproses secara hukum.
Sementara, saat dikonfirmasi, Yudi mengatakan ia tidak mengetahui soal sapi bandes sebanyak 9 ekor itu.
“Saya tak mengerti soal itu sapi. Setahu saya, iti dikelola bapak saya almarhum. Coba tanya dengan mantan carik bapak saya saja, tapi kini orangnya dah tua. Sekali lagi saya tegaskan, terkait bandes berupa sapi itu saya tidak mengetahuinya,” kilahnya.
(dodi)

Facebook Comments
Baca Juga :  Team Vaksinator Puskesmas Wira Bangun Gelar Vaksinasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.