“Diduga Bermain Proyek” AM, Oknum Anggota DPRD Metro Langgar UU 27/2009

  • Whatsapp

METRO – Oknum Anggota DPRD Metro AM, yang diduga bermain proyek APBD sangat jelas melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2009 yang mengatur MPR, DPR, DPD dan DPRD, dengam tegas melarang dewan main proyek.

Sehingga dugaan keterlibatan AM di sejumlah proyek harus diproses berdasarkan mekanisme yang berlaku.
“Jika benar anggota DPRD Metro Am terbukti bermain proyek, maka harus diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Direktur Eskekutif Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan HAM (SIKK-HAM) Lampung Handri Mardinyata, SH, saat diminta tanggapan, Selasa (19/11).

Menurut Handri, UU Nomor 27 Tahun 2009 sangat tegas melarang anggota DPRD bermain atau terlibat dalam proyek APBD.
“Tidak boleh, UU 27 tahun 2009 sangat tegas melarang. Ini Badan Kehormatan DPRD harus segera bertindak,” ungkapnya.

Baca Juga :  AWPI DPD Kalteng Pimpin Lintas Organisasi Bantu Musibah Kebakaran

Diberitakan sebelumnya, terungkap tender proyek pembangunan Pasar Hewan Tejoagung, Metro senilai Rp1.491.358.961.38, Dinas Perdagangan Mero, yang dimenangkan CV Dian Persada, diduga milik salah seorang oknum anggota DPRD Metro inisial AM.

Proyek dengan nomor kontrak 05-LU/KTR/D.18.03.X/2019, dan Konsultan Pengawas CV Walu Enginer,diduga sudah dikondisikan.
“Proyek ini terkesan dikondisikan dan ternyata pemenangnya adalah salah anggota DPRD kota Metro, inisial AM.,” ungkap salah seorang peserta lelang Adi, saat mengunjungi kantor AWPI Metro, Minggu (17/11).

Dijelaskan Adi, terkait hal ini pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Kejati Lampung.
“Saya sudah berusaha mencari jalan damai, dan menghadap wakil walikota, tapi ternyata permasalahan ini tidak menemukan titik temu akhirnya saya sendiri mendatangi ke Kejati Lampung membuat laporan resmi dengan nomor 010/EXT/DPD PERKARA/PEMBXI/2019 Tertanggal 11 November 2019, perihal dugaan penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Berikan Bantuan Ambulance Covid-19 ke Pemkab Pringsewu

Terkait dugaan oknum DPRD Metro sebagai pemilik proyek, Adi secara tegas memiliki bukti-bukti.
“Semua ada bukti pengaduan Saya di Kejati dan bukti rekaman bahwa ini sebagai pemenangnya adalah seorang anggota dewan,” tandasnya.
Sementara terkait hal ini, pihak oknum anggota DPRD Metro AM belum berhasil dikonfrimasi. (Ver/JJ).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.