Diduga Belum Kantongi ijin, Homy Pets Sudah Beroperasi

  • Whatsapp

BEKASI – Binatang kesayangan dan/atau peliharaan para penggemar tentunya memiliki treathment lebih di samping makan bergizi dan sudah pasti obatnya pun khusus.

Kisaran ratusan petshop di Kota Bekasi di duga tidak memliki ijin resmi dan di lansir yang kami temui di sekitar bintara jaya perbatasan DKI Jakarta dan Bekasi.

Pasal 1 angka 21 UU 41/2014, usaha di bidang kesehatan hewan adalah kegiatan yang menghasilkan produk dan/atau jasa yang mendukung upaya menciptakan kesehatan hewan.

Dokter hewan (Drh) M. Reza Pahlevi menuturkan kesehatan hewan salah satunya adalah soal kesejahteraan hewan yang mana bentuknya dari kesejahteraan hewan antara lain adalah pemeliharaan dan perawatan hewan yang dilakukan dalam sebuah petshop.

Baca Juga :  Bawaslu Pesibar Ngopi "Ngobrol Pilkada" Bersama Pjs Bupati

Petshop yaitu unit usaha yang melakukan upaya penyediaan dan/atau obat hewan dari distributor, ujarnya.

Dimana untuk mendapatkan izin usaha obat hewan, perorangan warga negara indonesia atau badan usaha harus memenuhi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis, jelasnya.

Petshop Hewan harus memiliki :
1. Sarana/ peralatan untuk melakukan kegiatan usahanya;
2. Nomor pokok wajib pajak (NPWP);
3.Surat izin Tempat Usaha (SITU);
4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
5. Surat izin usaha perdagangan (SIUP); dan
6. Rekomendasi dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia Pengurus Daerah, izin usaha obat hewan diberikan oleh pejabat yang diundangkan kepada perorangan warga negara indonesia atau badan usaha untuk melakukan usaha di bidang obat hewan. Untuk usaha obat hewan, petshop dan/atau toko yang di berikan oleh Bupati / Walikota.

Baca Juga :  Bara Aksi Menilai Sekdis Pendidikan Kota Bekasi Jago Berasumsi

Ketika ditelusuri, perijinan petshop homy pets yang berada di kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi termasuk reklame tersebut dalam database DPMTSP tidak terdaftar dan dibenarkan Kabid JU Bunda Asti.

Berbeda dengan keterangan pemilik Jhony ketika di konfirmasi via telphon penjaga toko pada senin tanggal 11 Mei 2020 bahwa menerangkan sudah ada perijinannya di DPMTSP Kota Bekasi.

Perlu diketahui, tanpa memiliki SIUP, pelaku usaha dapat di pidana dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun atau hukuman denda paling banyak Rp 10 miliar. (Jerry)

Facebook Comments