Dibalik Gagalnya Muscab PERADI Kota Bekasi, RM Purwadi Angkat Bicara

  • Whatsapp

Bekasi – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bekasi di tunda berdasarkan surat No.12/SU/ DPC.Peradi Bekasi /I/2021 yang di tanda tangani Ketua dan Sekertaris DPC pada tanggal 11/1 dini hari, perihal penundaan muscab yang di karena kan pemberlakuan PSBB kembali di kota Bekasi .

Menurut pandangan Advokat Senior di Kota Bekasi dan juga sebagai kepala Bidang Advokasi Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia ( AWPI ) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi RM.Purwadi A.Saputra SH,MH kepada awak media,selasa (12/1) mengatakan, Terkait Muscab Peradi ke-3 kota Bekasi, sampai saat ini memang terdengar ada dua rekan kami yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Periode 2021 s/d 2026 yaitu :
1. Dr. Priyo Jatmiko, SH, MH. Beliau saat ini masih menjabat sebagai ketua DPC PERADI KOTA BEKASI.
2. Hadi Sunaryo, SH. Beliau Advokat senior yg juga sekarang masih menjabat pengurus di DPC Peradi kota Bekasi.

Baca Juga :  Hina Profesi Wartawan, FPII Laporkan Akun Facebook Eko Ardianto ke Polres Tanjungpinang

Kedua kandidat tersebut mempunyai pengalaman yang luar biasa, baik itu sebagai Advokat maupun di organisasi.

Karena pencalonan ketua belum ditutup oleh Panitia Muscab, maka pandangan kami (RM.Purwadi – red) mungkin saja ada POROS TENGAH yang akan memunculkan KUDA HITAM untuk meraih simpati dan suara agar dapat menjadi ketua.

Namun saya yakin dengan rekan rekan advokat para peserta Muscab akan memilih ketua yang benar benar kredibel dan independen tanpa intervensi maupun pengaruh dari pihak manapun. Terakhir saya sampaikan Semoga Muscab Peradi ke-3 kota Bekasi berjalan lancar dan tanpa ada kendala apapun.

Tambah RM Purwadi iya sangat menyayangkan dengan mendadaknya ditunda hingga batas waktu yang belum bisa di tentukan, muscab Peradi ke-3 kota Bekasi pada hari ini, terkesan adanya intervensi dari pihak luar.

Baca Juga :  KPU Metro Gelar Acara Pembubaran dan Pemberian Award Petugas PPS dan PPK

“Penundaan Muscab Peradi ke-3 terkesan adanya intervensi pihak luar, jika hanya alasannya Protokol Kesehatan, saya (purwadi-red) yakin Panitia sudah mengantisipasi hal tersebut, demikian pula jika ada Surat Edaran Walikota Bekasi, itu pun sudah diantisipasi dengan maximal 25 persen dari kapasitas ruang rapat.

Namun mengapa harus di gagalkan muscab tersebut..?
Siapa yang dapat menghalangi organisasi profesi Advokat yang akan mengadakan Muscab ?

Iya menduga adanya intervensi pihak lain yang ingin menggagalkan dan atau menunda Muscab ini, dengan kepentingan pribadi atau kelompoknya,”ucapnya.

Sementara itu Terkait penundaan Muscab tersebut, Hadi Sunaryo mempertanyakannya. Menurut dia, kalau alasannya hanya karena PSBB tidak harus mendadak, karena jauh hari sebelumnya Walikota Bekasi Rahmat Effendi sudah mengumumkan pemberlakuan PSBB.

Baca Juga :  Kapolsek Berikan Bantuan Warga Lumpuh di Desa Losari

“Kalo cuman PSBB kenapa mesti mendadak jam 2 pagi diumumin, toh edaran Walikota Bekasi sudah lama, termasuk dari Presiden. Dan, kenapa harus ketua Peradi yang membatalkan, bukannya ada panitia pelaksana,” kata Hadi Sunaryo kepada awak media, Selasa (12/1).

Menurut dia, harusnya dalam surat penundaan itu dijelaskan secara rinci alasannya, agar tidak mengundang pertanyaan peserta.

(Red)

Facebook Comments