DANU : Adat Budaya Kutai Harus Dijunjung Tinggi dan Dilestarikan

  • Whatsapp

Kutai Kartanegara – Ari Danu Saputra Budayawan Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara risau dengan keadaan adab dan adat pergaulan saat ini. Baik adat dalam pergaulan maupun dalam pembangunan, adat sering di sepelekan atau terkesampingkan.

Seperti Saat ini Seseorang saat memegang Handphone sering melupakan adat dan adab bergaul, hingga saat itu teman, orang tua, guru di samping bisa tidak dihiraukan. Hingga saling menghargai, menghormati ini terkesampingkan dan hilangnya rasa malu lalu tidak beradab.

“Banyak budaya Kutai seperti adat mendirikan rumah, menghormati mereka yang lebih tua walau kita sudah sarjana. Ini harus terpatri dan menjadi kebiasaan bahwa hidup harus beradab” terang Danu Saputra yang akrab disapa busu Danu ini.

Baca Juga :  IKA Smansa Samarinda Gelar Reunian

Dalam palsafah Kutai “Bena Benua, Bumi Tuah Untung Langgong” merupakan adat budaya dalam membangun daerah wilayah di Kutai. “Kami dalam membangun rumah saja contoh kecil: ada namanya mendirikan Tiang, disitu ada bendera Merah putih kecil diikatkan pada tiang itu tandanya Cinta pada Negeri yaitu Indonesia. Lalu ada mengikatkan mayang kelapa artinya dalam hidup berkehidupan kita butuh minyak itu dari kelapa, gula itu dari air kelapa, santan dari sari kelapa, Sapu dari ijuk kelapa, kursi dan meubelair dari sabuk dan ijuk kelapa. Ini semua ada saat diikatkan pada tiang. Sehingga tidak ada kesusahan dan kecukupan dalam kehidupan orang yang tinggal di dalam rumah” jelas Budayawan Danu yang juga penyiar di Radio Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada Haluan Indonesia (15/03/2021). (*)

Facebook Comments