Cekcok, Istri Siram Suami Dengan Air Keras

  • Whatsapp

LAMPUNG TENGAH – Kapolsek bersama anggota Polsek Seputih Mataram menangkap pelaku penyiraman air keras an Tri Wahyuni (27) alamat kampung Utama Jaya Kecamatan Seputih Mataram yang dibantu Toni Wibowo (30) alamat Kampung Nambah Dadi Kecamatan Terbanggi Besar, Sabtu (23/11/2019) sekira Jam 01.00 WIB.

Berdasarkan laporan korban Panut alias Bibit (35) alamat Kampung Utama Jaya Kecamatan Seputih Mataram Lampung Tengah dengan Nomor Laporan Polisi : LP/485-B/XI/2019/Polda Lpg/Res LT/Sek Semat, Tgl 19 November 2019.

Menurut keterangan Kapolsek Seputih Mataram Iptu Arif Wiranto, S.Ik, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, S.Ik, M,Si bahwa korban Panut dengan pelaku Tri Wahyuni masih ada ikatan (Suami Istri) namun pisah ranjang kurang lebih satu bulan namun belum cerai dan anak ikut pelaku Tri wahyuni.

Baca Juga :  BAIN-HAM RI Harap Para Cakades Bebas dari Narkoba

Namun pada hari Senin (18/11/2019) saat Panut als Bibit yang baru saja pulang langsung masuk kedalam rumahnya dengan melalui pintu ruangan L, korban mendapati pintu belakang rumahnya terbuka, curiga karena ada orang masuk kedalam rumah korban langsung mengecek pintu belakang rumahnya.

Sesaat korban tepat didepan pintu tiba-tiba ada seseorang yang menyiramkan air kearah wajah dan tubuhnya, sesaat korban langsung berteriak kesakitan dan minta tolong dan ditolong tetangganya dilarikan kerumah sakit dikarenakan luka bakar melepuh di wajah dan tubuhnya.

Selanjutnya kami membentuk Tim karena keberadaan pelaku melarikan diri sudah tidak di tempat tinggal orang tuanya, namun melarikan diri kearah Bandarjaya kemudian Lampung Timur namun saat itu ada informasi kedua pelaku di Jalan Kota Gajah Lampung Tengah.

Baca Juga :  Polri Gulirkan Bansos pada Masyarakat Terdampak PPKM Darurat di Seluruh Wilayah

Kapolsek bersama Kanit Reskrim Aiptu Ali Abdulah, SH dan anggota langsung menuju ke lokasi informasi yang dituju dan menangkap ke dua pelaku Tri wahyuni dan Toni Wibowo serta mencari barang bukti dan ditemukan 1 (satu) unit sepeda motor honda beat warna hitam putih lis biru tanpa plat nomor polisi serta 2 (dua) helm berwarna hitam.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku Tri Wahyuni dan Toni Wibowo dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP Subsider pasal 353 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun Penjara, tegas Iptu Arif, seperti dilansir tribratanewslampung. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.