Bupati Raden Adipati Surya Buka Acara Seminar Nasional Gerakan Wakaf

Way Kanan – Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, membuka Acara Seminar Nasional Gerakan Wakaf Dalam Rangka Milad Ke -11 PT. BPRS Way Kanan (Perseroda) bertempat Di Gedung Serba Guna Pemkab Way Kanan
Senin, (24/1).

Kegiatan yang dihadiri oleh Drs. H. Tarmizi, M.A Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Pengurus Badan Wakaf Indonesia Pusat Bapak Prof. Dr. Nurul Huda, M.M., M.Si, Bobby P. Manullang Mewakili Dari Dompet Dhuafa Republika Jakarta. Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung, Wakil Bupati Way Kanan, Drs. H. Ali Rahman, MT, Jajaran Forkopimda, Sekretais Daerah, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Para Tokoh Organisasi Islam.

Dalam sambutannya Adipati Surya mengatakan, Agama Islam adalah agama yang lengkap dimana tidak hanya mengajarkan ibadah saja tetapi juga mu’amalah. Islam telah secara sempurna menjelaskan etika bisnis seperti kejujuran, keterbukaan dan lain-lain yang pada akhirnya akan menguntungkan semua pihak.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Pemotongan Dana PIP, Komis IV DPRD Way Kanan Gelar Hearing

Selain etika Islam diatas, instrumen-instrumen keuangan syariah juga sangatlah beragam, ada instrumen keuangan yang diperuntukkan untuk bisnis, misalnya jual beli, sewa-menyewa dan kerjasama, selain itu, Islam juga menjelaskan tentang instrumen keuangan untuk mengatasi masalah sosial, kemiskinan.

Saat ini geliat zakat dan wakaf di Indonesia berkembang dengan pesat, kesadaran masyarakat Indonesia untuk berzakat dan berwakaf baik melalui wakaf tunai maupun wakaf bentuk lain terus mengalami peningkatan, ini patut disyukuri mengingat kedua instrument tersebut fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar yang pada faktanya belum semua elemen masyarakat menikmatinya.

“Maka tidak ada salahnya bila kegiatan ini mengambil tema Peran Bank Syariah Way Kanan Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang Dalam Menopang Perekonomian Umat,” kata Adipati.

Baca Juga :  Gapoktan Ngeluh, Benih Padi Bantuan Pemerintah tak Layak Guna

Sepanjang sejarah Islam, wakaf telah menunjukkan peran penting dalam mengembangkan kegiatan sosial, ekonomi dan kebudayaan, selain itu, keberadaan wakaf telah banyak memfasilitasi para sarjana muslim untuk melakukan riset dan pendidikan, wakaf terbukti telah menjadi instrumen jaminan sosial dalam rangka membantu kaum yang lemah untuk memenuhi hajat hidup.

Diakui oleh Adipati, terdapat beberapa faktor penyebab wakaf di Indonesia belum berperan dalam memberdayakan ekonomi umat, di antaranya: Pertama, Masyarakat masih berasumsi, yang diwakafkan harus dalam bentuk benda tak bergerak, seperti tanah yang peruntukkannya untuk ibadah, sedangkan uang dianggap tak bisa dikelompokkan sebagai wakaf. Kedua, Masalah sosialisasi, hal ini tak hanya terjadi pada masyarakat, tapi juga terhambat pada media, baik cetak maupun elektronik, yang belum tersosialisasi dan teredukasi dengan masif mengenai wakaf.
Ketiga, Masalah kelembagaan yang masih belum maksimal melakukan pengumpulan wakaf uang. dan Keempat, belum kuatnya dukungan pemerintah untuk memanfaatkan potensi wakaf uang, serta transparansi dalam pengelolaannya dan alokasi dana wakaf masih kurang, sehingga hal ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan wakafnya.

Baca Juga :  Gapoktan Ngeluh, Benih Padi Bantuan Pemerintah tak Layak Guna

Dalam kesempatan itu Adipati juga mencanangkan dan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk ikut serta menyukseskan Program GERAKAN WAKAF UANG setiap minggu sebesar Rp. 2.000,- secara rutin, ini dapat berpotensi membantu perkembangan ekonomi ummat, khususnya di Kabupaten Way Kanan, dan masyarakat Lampung umumnya. (*)

 

Pos terkait