BNNP Lampung Gagalkan Kiriman 41,6 Kg Sabu

  • Whatsapp


LIMA PELAKU DIBEKUK, SATU TEWAS DIDOR

BANDARLAMPUNG- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menggagalkan penyelundupan 41,6 kg sabu dari Aceh. Kasus tindak pidana narkotika itu diungkap pada Rabu, 4 Desember 2019.

Kapala BNNP Lampung, Brigjen pol Erry Nursatary, menjelaskan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang akan adanya transaksi serah terima narkoba dari Aceh ke Bandar Lampung. Tim Intel menyelidiki secara lT dan Human, hingga menemukan rumah dan profil target kurir penerima Suhendra alias Midun.

“Lalu tim 1 membuntuti dari daerah Teluk Betung, sedangkan Tim 2 stand by di sekitar Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Ketika kurir pengantar tiba di parkiran RS Abdul Muluk, tersangka membawa kendaraan Toyota Fortuner putih nopol B 1753 WLR beserta dengan kuncinya, berikut barang bukti dalam kendaraan tersebut,” ungkapnya, Selasa (10/12).

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Sambut Brigjen TNI dr. Rahmat Saptono, SpOG, Irpuskesad TNI AD

Lalu tim 2 mengamankan kurir penerima barang dan mencoba kabur hingga petugas memberikan tembakan peringatan namun tak diindahkan, lalu ditindak tegas sesuai SOP, yang mengenai bagian kaki kurir penerima. Petugas langsung membawanya ke RS terdekat.

“Setelah Fortuner digeledah dan disaksikan tersangka, ditemukan dalam mobil itu 40 bungkus teh Cina berwarna hijau berisi narkotika jenis sabu. Tim mengembangkan dan mengamankan pengendali dari dalam Rutan Way Huwi, yaitu Jefri, Hatami dan Supriyadi serta berikut barang bukti 3 HP untuk diperiksa lebih lanjut,” kata ia lagi.

Dalam perjalanan ke kantor, tersangka tahanan rutan mencoba kabur hingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur yang mengenai kaki ketiga tersangka.

Baca Juga :  Hengki Ahmat Jazuli: Musda AWPI Provinsi Lampung bisa Jadi Barometer AWPI di Seluruh Tanah Air

Selain itu tim perjalanan dari Lapas, di mobil tim 2, kurir pengirim mencoba melawan dan kabur hingga petugas mengejar dan memberikan tembakan peringatan tapi tak diindahkan, petugas terpaksa menindak tegas dan terukur ke arah tersangka.

“Petugas membawa tersangka ke RS tapi sampai di RS Tersangka kehabisan darah sehingga tak dapat diselamatkan,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan tersangka Jefri Susandi, narkotika diperoleh dari Muntasir (DPO). Kemudian Tim BNNP Lampung bersama Tim Tindak Kejar BNN RI bergerak melakukan pengembangan ke Provinsi Aceh.

Dari hasil penangkapan jaringan narkotika dan pengembangan hingga ke provinsi Aceh, BNNP Lampung berhasil mengamankan 6 tersangka (1 meninggal) dan 41,6 kg sabu, dan 4 unit kendaraan roda 4, sartifikat tanah, perhiasan dan beberapa buku tabungan. (ria)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.