Biro AUAK UIN RIL Akui Sistem SIARIL Lemah

  • Whatsapp
Bandarlampung – Beberapa bulan belakangan kebijakan Sistem Akademik Raden Intan Lampung (SIARIL) yang telah dijalankan menjadi sorotan dan menuai berbagai kritikan.
Beberapa kritik disampaikan oleh Forum Mahasiswa Lintas Study (Formalis). Joni S Koordinator Umum Formalis itu mengatakan bahwa proses pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Raden Intan Lampung akan berakhir pada hari ini tanggal 30 September 2021, namuan demikian beberapa mahasiswa masih dibingungkan oleh adanya perbedaan data besaran nominal UKT yang terdapat pada SIAKAD dan SIARIL, Jum’at (01/09)
“Perbedaan nominal tersebut berbanding sangat jauh dari nominal yang semestinya dibayarkan oleh beberapa mahasiswa,” kata Joni kepada Redaksi Haluanindonesia.co.id.
Kepada Redaksi Joni juga menyatakan bahwa, temuan tersebut didapat dari mahasiswa angkatan 2020 yang saat ini sedang memasuki semester III. Ia mengatakan bahwa mahasiswa tersebut telah melaksanakan banding UKT dimasa Covid-19 dan mengalami penurunan gread pembayaran UKT.
“Hal ini dibuktikan dengan data yang tercantum didalam SIAKAD mahasiswa. Namun ketika kampus mengeluarkan kebijakan mekanisme pembayaran UKT dilaksanakan berdasarkan data yang tercantum didalam SIARIL, yaitu aplikasi baru yang diberlakukan setelah SIAKAD. Data besaran UKT mahasiswa tersebut  berubah kembali pada besaran normal. Sedangkan Perubahan-perubahan data tersebut sudah ada sebelum diberlakukanya SIARIL,” papar Joni.
Sementara itu, lanjutnya. Perihal adanya mahasiswa yang belum melakukan pembayaran UKT, maka Formalis dalam hal ini terus berusaha melakukan komunikasi kepada pihak birokrat untuk mendapatkan keterangan dan melakukan perubahan kembali terhadap data tersebut, terangnya.
Sementara itu, Kepala BIRO AUAK UIN Raden Intan Lampung menjelaskan bahwa, kesalahan data tersebut memang sangat mungkin terjadi, hal tersebut dikarenakan SIARIL merupakan aplikasi baru yang masih dalam proses pembuatan dan perbaikan.
“Ketika terjadi persoalan -persoalan seperti ini itu merupakan suatu hal yang biasa. Dan kepada pihak FORMALIS untuk bisa menunggu perbaikan data tersebut dalam waktu 2 × 24 jam. Setelah ditemui diruanganya pada tanggal 27 September 2021 lalu,” jelas Joni.
Terakhir Joni sebagai ketua FORMALIS menyatakan kesalahan dalam suatu transformasi data itu suatu hal yang wajar namun akan sangat baik jika terjadi konfirmasi atau keluhan dari berbagai pihak yang menggunakan aplikasi tersebut sebagai layanan data agar segera ditanggapi dan diperbaiki, Agar semua sistem dapat berjalan dengan baik dan kondusif, tutupnya. (Al)
Baca Juga :  Kumdam II/Swj Beri Penyuluhan Hukum Ke Prajurit, PNS dan Persit KCK Koorcab Korem 043/Gatam

Pos terkait