Berikan Pengecoran Premium, Diskoperindag Pesibar Surati SPBU Pekon Lintik

  • Whatsapp
Dinas Koperindag Pesibar Surati SPBU Pekon Lintik Untuk Tidak Layani Pendistribusian BBM Mengatasnamakan Masyarakat Pekon Penengahan. Ist

Pesisir Barat – Pemkab Pesisir Barat melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Pesisir Barat menyurati secara resmi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lintik. Surat peringatan dari Dinas dengan nomor SPBU 23-34509 Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat untuk tidak melayani atau memberikan pembelian BBM jenis Premium atas nama Kurniawan, warga Pekon (Desa) Penengahan yang dalam hal pembelian pengecoran mengatasnamakan kepentingan masyarakat Pekon sebanyak kurang lebih 1 ton premium perharinya.

Diterangkan Kepala Dinas Koperindag Pesisir Barat melalui Sekretaris Dinas, Abdul Halim, bahwa Dinas Koperindag pada minggu lalu telah mengirimkan surat Pemberitahuan Kepada SPBU Lintik dan juga kepada yang bersangkutan Kurniawan untuk tidak melayani pengecoran BBM jenis Premium dengan dasar surat Peratin / Kepala Desa Penengahan, Kecamatan Karya penggawa, serta memperlihatkan isi surat tersebut, pada Selasa (27/07/2021).

Baca Juga :  Jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung Sukses Gelar Talk Show

Dalam isi surat pemberitahuan yang ditujukan kepada SPBU Lintik, surat pemberitahuan ini berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistibusian dan harga jual eceran Bahan Bakar Minyak.

Sebagaimana juga dengan Keputusan Bupati Pesisir Barat Nomor” B/SO9 MPTSAV 15/HK-PSD/2020 tentang perubahan keputusan Bupati Pesisir Barat Nomor : B/477/KPTSIW 15/HK-PSB/2018 tentang Tim Pengawas Peredaran Bahan Bakar Minyak (Premium), Pertamax, Pertalite. Solar di Kabupaten Pesisir Barat dalam Surat Rekomendasi Lurah/Peratin dari Pekon Penengahan tentang pembelian BBM di SPBU Lintik Nomor “ 47O/85/lV.08.07/2020.

“Maka kami beritahukan kepada Saudara bahwa pada Kamis 21 Juli 2021 Surat Rekomendasi dari Peratin Pekon Penengahan Kecamatan Karya Penggawa No 470/B5/VII 08 07/2020 tentang pembelian BBM di SPBU Lintik Krui Selatan atas nama Kurniawan, tidak berlaku lagi,” jelas Abdul Halim.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Beri Arahan 589 Prajurit Yonif 143/TWEJ

“Dan apabila dikemudian hari masih melayani pembelian BBM kepada yang bersangkutan kami akan melakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Terkait dengan surat permintaan Peratin Pekon Penengahan atas nama Kurniawan, Suwono (41), Pengelola atau pengawas SPBU Lintik menerangkan bahwa pemberian atas nama Kurniawan sebanyak 1 ton premium tersebut bahwa dirinya tidak mempunyai kebijakan dalam pemberian tersebut, itu perintah dari Boss (Awang), ” kata Suwono.

Diakuinya juga bahwa pengecor bensin pakai jerigen dikenakan biaya pengecoran premium per 1 (satu) jerigen isi 35 liter sebesar Rp 3000, ini kita ambil buat operasional Pom Bensin Lintik seperti ganti lampu, Beri makan supir Tanki,” terang Suwono.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Bersama Prajurit dan PNS Jaga Kebugaran dengan Berolahraga

Dengan adanya salah satu pengecor atas nama Kurniawan yang mendapat quota 1 Ton Premium maka kelangkaan bahan bakar kerap terjadi yang ada di Pertamina SPBU Lintik. (*)

Pos terkait