Banjir Bandang Yang Melanda Tanah Jawa, Mengakibatkan Jalan Provinsi Tanah Jawa Putus

  • Whatsapp

Simalungun – Banjir bandang yang melanda kecamatan Tanah jawa,Sungai Bah Tongguran yang merupakan perbatasan antara kelurahan Tanah jawa dengan Nagori Tanjung Pasir. Banjir bandang itu terjadi pada Jum’at (20/11/2020) sekitar pukul 21:00 wib.

Menurut keterangan dari seorang warga sekitar mengatakan, bahwa air yang merupakan kiriman dari bahagian hulu sungai yang semakin besar dan meninggi.sungai itu sudah mulai terlihat besar disekitaran pukul 20:30 wib dan semakin lama semakin meninggi dan membesar, ucap warga.

Banjirbandang yang melanda tanah jawa itu sangat mengisahkan duka yang dalam bagi masyarakat Tanah jawa,banjir yang tingginya mencapai kurang lebih 2 meter mengakibatkan putusnya akses jalan Tanah jawa menuju Hutabayu Raja dan Bandar Pasir Mandoge lumpu.

Baca Juga :  Mewakili Pjs. Bupati Pesibar, Lingga Kusuma Ikuti Meeting Dengan BPK RI

Banjir bandang yang terjadi menghanyutkan beberapa kios lapak jualan warga,adapun warga yang kehilangan kios lapak jualan untuk mencari nafkah sehari harinya adalah bapak Longgam Simorangkir dan seb ah rumah makan BPK yang tepatnya berda di samping rumah marga Oppungsungguh yang berada tepat di pinggiran sungai.

Dari pantauan kita di lokasi kejadian,banyak warga berbondong bondong untuk menyaksikan lebih dekat dengan lokasi kejadian itu. Diduga luapan air tersebut merupakan banjir kiriman dari arah hulu sungai,,dan akibat sempitnya jembatan yang tidak mampu menampung debit air yang semakin besar dan bertambah tinggi sehingga mengakibatkan banjir.

Akibat daripada banjir itu akses komunikasi juga terganggu di karenakan putusnya dan tumbangnya tiang dari jaringan telekomunikasi yang berada di lokasi dan pipa PDAM juga terputus sehingga pelayanan Air bersih terhadap rumah warga menjadi lumpuh dan mati.

Baca Juga :  Jelang Porprov Lampung Ke-IX, KONI Pringsewu Gelar Rapat Kerja

Warga Kecamatan Tanah Jawa, kabupaten Simalungun sangat berharap kepada pemerintah pusat,terlebih kepada pemerintah PROVINSI agar segera membuat kebijakan mengingat akses tersebut merupakan satu satunya akses lintas yang sangat menunjang kehidupan masyarakat banyak.

Masyarakatsekitar dan pemerintah setempat terlihat kerjasama bergotong rotong untuk membersihkan lokasi dari sampah yg berserakan dan membuat jembatan sementara untuk dapat di lalui oleh kendaraan roda dua. (Open. S)

Facebook Comments