Banjir Bandang di Parapat, Ketua KMDT Simalungun Desak Pertanggungjawaban Instansi Terkait

  • Whatsapp

Simalungun, – Bencana banjir bandang yang melanda Kota Wisata Parapat menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan masyarakat termasuk Ketua Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Simalungun Hendra Sukmana Sinaga.

Kepada Haluan Indonesia Jumat (14/5/2021) Hendra Sukmana Sinaga mengutarakan keprihatinannya atas bencana tersebut dan mendesak pertanggung jawaban instansi terkait.

Hendra Sukmana Sinaga mengatakan KMDT Kabupaten Simalungun sangat prihatin atas bencana tersebut, bencana alam di kawasan Danau Toba menurutnya harus diminimalisir, dengan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan.

Dikatakan Hendra Sinaga sepanjang masih ada penebangan kayu liar dan Galian C dan Pencurian batu-batu di Kawasan Danau Toba Banjir Bandang akan terus ada karena tidak ada lagi penyerapan air.

Baca Juga :  Wartawan Media Online Tewas Ditembak OTK

“Bagaimana meminimalisir hal-hal tersebut mesrtinya segera di Kerjakan Pemda Sekawasan Danau Toba dan Pemda Sumut, untuk itulah perlu dukungan dari kita Semua,” ujarnya.

Perlu upaya nyata dari semua pihak agar tidak terulang kembali bencana banjir karena kita khawatir akan menimbulkan kerugian lebih besar bahkan menimbulkan korban jiwa ujar Hendra Sinaga.

Dengan memperhatikan informasi tentang musibah banjir tersebut, sangat patut dipertanyakan bagaimana kondisi lingkungan hutan di kawasan Danau Toba saat ini.

Kita mendesak pertanggungjawaban dari instansi terkait, mengapa terkesan gagal mengawasi dan menjaga kelestarian hutan kawasan danau Toba” ujarnya.

Hendra Sukmana Sinaga menyebutkan, dengan peristiwa tersebut kuat dugaan telah terjadi kerusakan yang sangat mempengaruji kualitas lingkungan hutan. Sehingga tidak lagi mampu menopang ekosistem yang ada.

Baca Juga :  DPW KMDT Sumut dan DPD KMDT Simalungun Gelar Rapat Konsolidasi

“Pemerintah harusnya tegas dengan pengawasan pengelolaan kawasan danau Toba. Bagaimana AMDAL pemanfaatan lahan di kawasan tersebut, mengingat kawasan danau Toba menjadi perhatian pemerintah setelah ditetapkan sebagai anggota Taman Bumi Dunia atau Global geopark Unesco, ” Ujar Hendra.

“Kita khawatir tidak ada keseriusan daerah dalam mendukung program pemerintah yang menjadikan kawasan danau Toba sebagai salah satu kawasan super prioritas pembangunan kawasan wisata. Bagaimana itu AMDAL pembangunan-pembangunan kawasan resort yang dibangun di kawasan hutan, harus segera diperiksa” katanya.

Selain itu, kepada masyarakat se kawasan Danau Toba juga diharapkan untuk turut aktif menjaga kelestarian lingkungannya. Sebagai tempat tinggal dan mencari nafkah, warga harusnya turut mendukung pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Ketua KMDT Simalungun Kecam Keras Kriminalisasi Terhadap Jurnalis

“Itu adalah rumah kita, bagaimana kita supaya nyaman, mari sama-sama menjaga” ujarnya.

Dikatakannya juga, KMDT terus berupaya dan turut dalam upaya pelestarian lingkungan danau Toba. Dengan melakukan penanaman pohon dan perhatian untuk perairan danau.

Kembali ditegaskannya, bahwa KMDT akan melawan gerakan dan oknum yang merusak ekosistem danau Toba baik itu berupa penebangan Kayu secara liar, Pencurian Batu dari atas perbukitan Danau Toba, Galian C yang tidak punya ijin dan sebagainya yang merusak Lingkungan Danau Toba.

“Malam ini, KMDT akan mengadakan rapat virtual untuk membahas langkah selanjutnya” ujar Hendra Sukmana Sinaga.(fp)

Facebook Comments