BALAK: “Pak Ngah Arinal” Laksanakan Dulu 9 Janji ” Lampung Berjaya” Baru Membangun 5 BUMD Provinsi Lampung

  • Whatsapp
Arinal dan Nunik saat kampanye pencalonan Gubernur Lampung

Bandarlampung – Beberapa Minggu Terakhir Media Cetak, Online dan Elektronik riuh memberitakan persolan pembahasan Paripurna yang dalam dialog alot adanya pro kontra membangun Perusahaan BUMD Provinsi Lampung yang di perkirakan menelan Biaya Ratusan miliar Rupiah.

Jika banyak pihak melihat adanya pembangunan 5 Perusahaan BUMD Provinsi Lampung itu berdampak negatip seprti dikhawatirkan akan menjadi sarana Kebocoran anggaran seperti halnya Century, Dan pemborosan lain halnya dengan Pendapat dan tanggapan Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK).

Hal ini disampaikan Idris Abung di sekretariatnya, Pria “berambut gondrong” ini justru menyindir beberapa hal terkait kepemimpinan Arinal – Nunik .

“Tujuan untuk Membangun dan mensejahterakan rakyat Lampung itu wajib ya sebab itu sesuai dengan janji politik sang pemimpin yang memiliki jargon kampanyenya ” Lampung Berjaya”.

Saya agak terkejut dengan terobosan membangun 5 Perusahaan BUMD Provinsi Lampung yang konon katanya memakan Biaya Ratusan Miliar Itu loh” ucap Idris Abung.

Tentu ada alasan mengapa pemerintah daerah ngotot memaksakan untuk tetap melaksanakan Pembuatan 5 perusahaan BUMD itu tapi kami selaku rakyat hari ini berfikir realistis dan logis saja dalam satu Maknawi ” Lebih baik makan singkong beneran dari pada makan roti dalam mimpi” terlebih saat ini kita semua merasakan keterpurukan dimasa pandemi ya”

Baca Juga :  Asisten Setprov Wakili Gubernur Hadiri Pelantikan Pengurus DPD AWPI Provinsi Lampung

“Mungkin ini adalah bagian dari kritik Refleksi 3 tahun kepemimpinan Pak Ngah Arinal – Nunik, mungkin mereka khilaf atau lupa akan janjinya pada Rakyat Lampung maka selaku Masyarakat Lampung saya memiliki kewajiban untuk mengingatkan. Maksudnya disini lebih baik fokus dengan 9 Janji politiknya daripada sibuk meributkan membangun 5 Perusahaan BUMD Provinsi Lampung itu.

Sekedar mengingatkan bahwa sejak masa kampanye tahun 2018 pasangan Lampung Berjaya memiliki 9 program kerja yang menjadi janji politik yang belum terealisasi .

Kesembilan program itu adalah pertama, membangun pertanian dan menyejahterakan petani melalui Kartu Petani Berjaya “pak gubernur tau harga pertanian hari ini, sebagai contoh bagaimana para petani di kabupaten Lampung barat menjerit dengan harga pertanian disana, Lalu dimana kesaktian kartu Petani sakti itu.

kedua, meningkatkan ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru,

Mana lapangan pekerjaan yang dijanjikan itu apakah mereka yang saat ini duduk di kursi empuk itu tahu data statistik Parade pengangguran saat ini, begitu juga tenaga kerja yang dirumahkan, lalu ratusan Nakes Dilapung Utara belum dibayar.

Baca Juga :  UKM Artala Rayakan Dies Natalis Ke-24, "Jangan Lupa Jalan Pulang"

ketiga, mempercepat perbaikan prasarana jalan dan pemeliharaannya, coba kita evaluasi apa saja yang telah diperbaiki contoh jembatan cakat di tuba itu sudah hampir setahun belum diperbaiki, sementara jembatan itu sangat membahayakan para pengguna jembatan,lalu jembatan penghubung lintas barat di Lampung Utara.

Mau di akui atau tidak dimasa kepemimpinan beliau Soal infrastruktur jalan raya saat ini beliau sangat di untungkan dan di selamatkan dengan adanya jalan tol, pengguna jalan saat ini menggunakan jalan tol sehingga jeritan kerusakan jalan raya pun agak berkurang.

keempat, menjamin keamanan warga masyarakat, sejauh mana beliau membangun dan memberikan rasa keamanan sebab kita juga tahu jika ada hal terkait keamanan tentu aparat kepolisian yang di salahkan.

kelima, menyediakan listrik pedesaan, sejak kapan di masa kepemimpinan beliau membangun pembangkit listrik dan memberikan keringanan pengguna listrik.

keenam, meningkatkan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat ketujuh, meningkatkan kualitas pendidikan menengah dan tinggi, dua hal ini jika kita merujuk dimasa pandemi tentu sangat terasa ya tapi meski demikian semua masalah kesehatan dan pendidikan banyak di bantu Pusat.

Baca Juga :  Ditresnarkoba Polda Lampung Amankan 97,6 Kg Sabu

kedelapan, melindungi anak dan memberdayakan ibu rumah tangga dalam peningkatkan kesejahteraan keluarga, serta, nah ini yang menarik ya Dua bulan terakhir kami sedang mengkritisi adanya Persoalan Kasus Asusila anak dibawah umur di tulang bawang. Sampai detik ini nggak ada tuh respon gubernur terkait ini

kesembilan, memberi kemudahan layanan administrasi pemerintahan bagi seluruh masyarakat, tekait hal yang kesembilan mungkin masyarakat tentunya belum banyak merasakan pelayanan pemerintah daerah provinsi Lampung sebab semua pelayanan ada di daerah kota kabupaten.

Dari pemaparan tersebut tentu dapat kita fahami mengapa banyak yang protes terkait pendirian 5 perusahaan BUMD Provinsi Lampung itu sekali lagi Saya meminta kepada Pak Ngah Arinal Lebih baik fokus dengan 9 Janji politiknya dan mendata efek Pandemi dan PPKM.

Lebih baik anggaran ratusan miliar itu di alihkan untuk upaya membangkitkan perekonomian yang dapat bersentuhan dengan masyarakat dan antisipasi pencegahan Covid 19 mengingat saat ini sekolah sekolah mulai tatap muka ” Ketus Idris Abung..(*)

Facebook Comments