BALAK Lampura Buru Petugas Rekanan PLN yang diduga Melakukan Pemerasan dan Pungli

  • Whatsapp
BALAK Lampura Buru Petugas Rekanan PLN yang diduga Melakukan Pemerasan dan Pungli

Lampung Utara – Video Konsumen PT PLN Persero Rayan Bumi Abung Cabang Kotabumi mengeluhkan tindakan tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) atau Opal yang sembarangan memberikan tindakan tegas kembali viral.

Terkesan mengada ada dan meminta sejumlah uang kepada konsumen.

Sebagaimana disampaikan Sumarji warga Sidorahayu Bangun jaya, salah satu konsumen yang KWH listrik di rumahnya ada kawat yang menghabat jalannya putaran kWh.

“Awalnya datang sejumlah orang berseragam warna merah, kemudian memeriksa kWh meteran listrik rumah saya, lalu saat pengecekan kata petugas ada kecurigaan Atas pengeluaran dan pemasukan stroom listriknya,” ujarnya.

Dalam keterangan awal kWh meter listrik atas nama kasilem.

“Saya juga nggak tahu kata bapak petugas itu ada kawat dalam kWh yang memperlambat jalannya meteran, saya juga bingung kawat itu siapa yang meletakkan siapa yang masang” ungkap Sumarji yang di dampingi sikas yang merupakan Istri Sumarji.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Hadiri Virtual Meeting Musrenbang PRPJM Provinsi Lampung Tahun 2019-2024

Sepengetahuan Sumarji, saat itu petugas hanya ingin memperbaiki kWh meter sehingga Sumarji menanggapi tenang, Karena hari itu adalah hari Jum’at maka Sumarji pun berangkat menuju kemasjid untuk melaksanakan Ibadah solat Jumat, disinilah kejadian itu terjadi.

Setelah pulang dari masjid ia pun kaget karna petugas kembali datang yang dikawal oleh aparat TNI mengatakan kWh meter harus di ganti, dengan kalimat  “Bapak kalau mau di bantu tolong bantu saya juga mohon pengertiannya,” kata petugas tersebut.

Saat itu Sumarji belum paham maksud nya kemudian Sumarji menanggapi apa yang dikatakan petugas tadi bermaksud menanyakan apa maksud mohon pengertian tadi, yang kemudian di ketahui untuk mengganti kWh meter dari Pra bayar ke Pasca bayar (Pulsa). Sumarji diminta membayar uang 3 juta.

Baca Juga :  Pengurus Pobsi Bandar Lampung Masa Bhakti 2021-2025 Segera dikukuhkan

Saat Sumarji menanyakan mana bukti kWh meternya yang bermasalah itu, namun Petugas tidak mau menunjukkan dimana kesalahannya tapi justru selalu mengalihkan pembicaraan ke Uang jasa pemasangan kWh meter yang akhirnya di ketahui Sumarji dari diminta nominal 3 juta akhirnya dengan negosiasi menjadi Dua juta Tujuh ratus rupiah.

Hal ini menjadi sorotan sekertaris Barisan anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK)I, khtiar Cipta Gaesa, “Sejauh ini kami masih menyelidiki kebenaran apa yg dikatakan konsumen jika ini benar terjadi tentu hal ini merugikan konsumen” ujar Pemuda yang Akrab disapa Tiar ini

Hal ini sebenarnya sudah sering terjadi pada konsumen di wilayah pedesaan yang memang kurang pemantauannya tetapi sayangnya tingkat kemampuan, Pemahaman, keberanian warga mereka tidak menindak lanjuti keranah hukum.

Baca Juga :  Ops. Patuh Krakatau 2021 Upayakan Tindakan Preventif dan Preemtif

“Sebenarnya kami sudah banyak mendengar hal seperti ini, kami pun telah menyelidiki dengan pengumpulan bahan bukti, keterangan terkait adanya dugaan pungli, Dan pemerasan dari pihak ketiga rekanan, dari hasil ini tentu akan kami tindak lanjuti Dengan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian nantinya,” katanya.

Ia menjelaskan, “Sejauh ini kami Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan BALAK telah menebar tim untuk itu ya, kami akan ungkap kebenaran itu secara tuntas terlebih prilaku petugas itu merugikan masyarakat dan Negara dan kami sudah membuka Media Centre untuk menerima laporan Warga terkait Petugas PLN Nakal silahkan Hubungi Team Centre BALAK 081248395507,” Ungkap Tiar. (*)

Facebook Comments