BALAK Kecam Pemukulan Pedagang Tua di RSUAM 

  • Whatsapp
Nenek Lasmi (50), korban pemukulan Oknum Satpam di RSUDAM

Bandarlampung – Beberapa hari Yang lalu di gegerkan prilaku yang tidak pantas dilakukan pegawai Disduk Capil yang bak Abang jago telah mengeroyok pemuda yang ingin melakukan perubahan atas kesalahan penulisan nama.

Harii ini kembali di Viral beredar lewat video pendek berdurasi 60 Detik tentang ibu tua yang diketahui sebagai Lasmi (50), pedagang yang tinggal di Penengahan, Kedaton, Kota Bandarlampung mengalami luka di bibirnya akibat pukulan sang oknum satpam tersebut.

Dalam pengakuan di video tersebut dia menceritakan Dengan kata-kata penghinaan, katanya, dia mengusir tak boleh jualan. “Setelah itu saya dimaki-maki, muka saya dipukul sama Pak Satpam,” katanya. Dia mengaku ingat wajah pelakunya.

Baca Juga :  Waduh, Loket Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jam 2 Sudah Tutup

Menurutnya, kejadian ketika ada pesanan dari lantai tiga dan empat salah satu gedung di RSUDAM. Namun, sang oknum saptam tak mengijinkannya. Dia menyuruh sang pedagang pulang.

“Saya akan pulang setelah mengantarkannya,” katanya. Namun, sang satpam sudah tersulut emosinya sehingga menyebut pedagang itu binatang dan setan bahkan membuat bibir kirinya ” Bonyok Bin Nyonyor”

Melihat fenomena ini Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK) melalui koordinatornya Yuridis Mahendra yang akrab di sapa Idris Abung sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa ibu Lasmi (50) dan mengecam keras tindakan satpam RSUAM berplat merah ini.

” Kami mengecam keras atas kejadian ini tentunya, sebab kita semua sudah tahu Bahwa pedagang asongan tidak boleh berdagang disana tapi secara Moral jelas ini sangat bertentangan,Karna kita semua tahu saat ini dimasa pandemi seperti ini semua orang dalam memenuhi kebutuhan hidup serba kesulitan dan korbannya pun sudah tua” Kata Idris Abung.

Baca Juga :  Musda II DPD AWPI Lampung Munculkan Tiga Kandidat Bacalon

“Jika kita sudah melihat keadaan ibu Lasmi seperti itu Apa iya tega ya, coba bayangkan jika itu terjadi kepada ibu pelaku , jujur hati saya terenyuh melihat video itu melihat seorang ibu tua untuk bertahan hidup menjual air panas menjadi korban seorang satpam Rumah sakit berplat merah Ini membuktikan bahwa pembinaan mentalitas seorang pemimpin di tingkat bawah gagal total”

Satuan pengamanan (satpam) itu sepengetahuan saya bisa mendapat pengakuan Karna telah mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat keahlian , sehingga tentunya mereka telah di tempa dan di gembleng bagaimana cara melakukan pengamanan, juga di ajarkan melakukan pendekatan secara persuasif dan prefentif artinya mengedepankan nilai moral dan sisi kemanusiaan.

Baca Juga :  Ketua Pesisir Barat dukung Ketua AWPI Way kanan maju menjadi ketua DPD AWPI Lampung

Tapi jika ada tindakan refresif seperti itu tentu sangat tidak manusiawi lah sehingga saya meminta kepada pihak yang berwenang melakukan tindakan sangsi kepada pelaku, melakukan rehabilitasi secara mental kepada korban dan yang pasti kepada pihak Rumah sakit dan pelaku segera melakukan klarifikasi agar dapat diharapkan dapat memberikan efek jera kepada siapa pun yang melakukan tindak penganiayaan, ” ungkap Idris Abung. (*)

Facebook Comments