Astuti Dipaksa Berdamai Terkait Penyaluran PKH

  • Whatsapp

Lamteng- walaupun sudah terlambat rupanya para pamong desa Bumi Jaya , Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah, khususnya yang terlibat pada penyaluran dana PKH bermimpi damai itu indah.

Setelah tercium aroma busuk pada penyaluran dana PKH, dan lebih parah lagi ada indikasi pembobolan rekening Sri Astuti (43) penerima PKH yang dilakukan oleh YL adik kandung Kaur Kesra SNT.

Laksana difilm- film, setelah adanya pemberitaan di beberapa media, Sri Astuti di bawa oleh Penti, pendamping PKH desa Bumi Jaya Santi Kaur Kesra desa Bumi Jaya, Maryati ketua Rt , Yulia oknum terduga pembobol rekening PKH milik Astuti ke balai desa dan ditekan untuk menanda tangani surat perjanjian damai, Kamis ( 24/09/2020) kemarin.

Baca Juga :  AWPI Metro Tempati Kantor Baru

Ketika ditemui tim media ini, Sri Astuti mengatakan, “dihadapan mereka Saya ditanya petugas pendamping PKH, bagaimana ceritanya kok bisa PKH ibu katanya sudah dikeluarin ternyata kok masih bisa diambil. Akhirnya saya jawab,kemarin kan ibu juga datang kerumah saya, saya dikasih dua pilihan mau diputus PKH nya dari kecamatan yang uang dan beras nya bakal hilang atau mengundurkan diri tetapi bantuan beras nya masih tetap berjalan,” Kata Astuti.

“Akhirnya, ia nyuruh pak Salim untuk buat surat Keterangan perdamaian.
Disitu saya bilang kalau hanya berdamai dengan bu Yulia saya gak masalah tapi kalau tanda tangan untuk unsur-unsur lain saya gak mau saya takut,” Imbuh Astuti.

Baca Juga :  Diklatsar Pra UKW AWPI Kota Metro, Menuju Jurnalis Profesional

“Enggak ini hanya surat perdamaian antara bu Sri Astuti dengan bu Yulia takutnya ditanyain sama kecamatan sama kabupaten mana surat damainya, takutnya ada tuntutan lain,” Kata Astuti menirukan kara-kata Penti.

Astuti takut untuk menandatangani surat tersebut, tetapi kata Bu Santi gak usah takut ini cuma surat perdamaian aja, kalau masalah ibu itu ada yang ngurus lagi.

“Jadi disitu saya diharuskan untuk menandatangi surat perdamaian itu”.
Astuti juga mengatakan, Setelah itu ada salah satu pamong yang bernama Anton, dia mengatakan bahwa ini masalah besar.
Tapi Santi berkilah kalau ini hanya masalah kecil dan hanya salah paham saja.

Akhirnya Anton juga menambahkan, “Oh, ini bisa kita tuntut balik karna pencemaran nama baik dan ini sudah sampai kemana-mana ini masalahnya,” Kata Astuti.

Baca Juga :  Diklatsar Pra UKW AWPI Kota Metro, Menuju Jurnalis Profesional

Menurut Astuti, disitu pak lurah (kades) menyalahkan dirinya, kenapa dia mengeluh mengenai masalah PKH, dan pak lurah bilang tidak tau sama sekali tentang PKH. (Tim)

Facebook Comments