Angin Kencang, Nelayan Lampung Tetap Melaut

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG- Angin kencang yang melanda perairan Teluk Lampung tak menghambat nelayan setempat untuk tetap melaut menangkap ikan.

“Saya tetap melaut selama cuaca tidak membahayakan saya beserta awak kapal lainnya, dan sore ini saya akan kembali berlayar,” ujar Fuad salah seorang nelayan di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing, di Bandarlampung, Senin.

Menurutnya, gelombang air laut serta angin kencang telah terjadi sejak dua minggu lalu, dan hal itu tidak membuat para nelayan patah arang untuk melaut.

“Kami tetap melaut karena permintaan pasokan ikan dari pedagang dan masyarakat tinggi, meski tangkapan yang diperoleh tidak sebanyak saat cuaca bagus, misalkan kita bisa dapat 12 keranjang ikan saat ini hanya memperoleh 5 hingga 6 keranjang ikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampura Pukul Wartawan, BALAK " Romli Itu Wakil Rakyat Atau Preman..?!

Menurutnya, selain hasil tangkapan yang menurun, jenis ikan tangkapan pun terbatas.

“Kalau gelombang tinggi dan berangin hanya ada beberapa jenis ikan yang dapat ditangkap, seperti ikan layang. Tapi kami tetap bersyukur meski tidak melimpah tetap ada tangkapan yang dapat dijual,” ujarnya

Menurutnya, dalam sekali berlayar menangkap ikan, dirinya hanya mampu membawa uang sebanyak Rp3.000.000 dari hasil menjual tangkapan di tengah musim berangin dan gelombang tinggi.

Hal senada juga dikatakan oleh Daud salah seorang nelayan. “Saya juga akan tetap melaut sore ini untuk menafkahi keluarga meski angin dan gelombang sedang tak baik,” ujar Daud, seorang nelayan.

Menurutnya, meskipun hasil tangkapan hanya sedikit dan terkadang pulang tidak membawa tangkapan, dirinya tetap melaut.

Baca Juga :  Ketum DPP AWPI Perpanjang Pendaftaran Ketua DPD AWPI Lampung

“Terkadang uang modal yang dikeluarkan untuk berlayar, seperti untuk membeli solar, memperbaiki kapal, membeli persediaan makan, lebih besar dari pada hasil tangkapan,dan nelayan Teluk Lampung rata-rata akan tetap berusaha berlayar untuk memenuhi kebutuhan pasar meskipun terkadang merugi,” ujar Daud. (antara)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.