Anggota DPRD Lampung Pertanyakan Waktu KBM Tatap Muka di Tapis Berseri

  • Whatsapp
Anggota DPRD Lampung Pertanyakan Waktu KBM Tatap Muka di Tapis Berseri. Foto: Ist

LAMPUNG- Anggota Komisi V DPRD Lampung Aprilliati pertanyakan kapan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kota Bandarlampung kepada Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

Ini dikatakan Aprilliati dalam kunjungannya di ruang rapat Walikota, Selasa (4/5/21).

Menurutnya, dalam Reses yang dilakukan perorangan akan mendatangi masyarakat, ini tidak menutup kemungkinan akan ada pertanyaan-pertanyaan dari warga kaitannya dengan persiapan atau rencana anak-anak masuk sekolah.

“Jadi sejauh mana apa yang bisa kami sampaikan kepada masyarakat, mengingat kalau di Provinsi itu rencana tanggal 12 Juli KBM Tatap Muka di sekolah,” kata April.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 dan saat ini tingkatan penularannya masih luar biasa.

Baca Juga :  Alat Berat DPUPR Mesuji Disewakan ke Swasta

“Kita lihat kasusnya seperti apa, karena bisa saja kita pending dulu. Tapi kalau dalam waktu dekat covid-19 di Kota Bandar Lampung menurun pada ajaran baru itu bisa dilakukan,” ujar Eva.

Namun lanjutnya, bisa saja pada ajaran baru kasus Covid-19 telah melandai dan karena anak-anak juga ingin masuk sekolah. Karena mereka juga mungkin sudah kangen.

“Mungkin kita nanti InsyaAllah sistem dibagi dua. Misalnya total satu kelas itu ada 20 anak, itu yang masuk 10 anak di pagi dan ada yang siang sebagiannya, untuk mencegah terjadinya peningkatan covid-19 juga,” kata dia.

Dalam hal ini terangnya, Dia juga telah melakukan pertemuan di dinas pendidikan dengan kepala SD dan SMP yang ada di kota Bandar Lampung, untuk menghimbau kepada wali murid agar mendampingi anak-anak yang sedang belajar daring.

Baca Juga :  Wabup Pesibar Ikuti Peringatan HAN Tahun 2021 Secara Daring

“Kami paham para wali murid itu banyak sekali keluh kesahnya anak-anak belajar di rumah, tapi kami Pemerintah Kota sayang dengan warga masyarakat dengan kita korbankan anak-anak tidak sekolah bukan berarti kita ingin anak-anak seperti ini. Tapi ini yang harus kita lakukan supaya warga masyarakat tetap sehat,” paparnya. (*)

Facebook Comments