Anggota DPRD Lampung Buka Suara Terkait Pertumbuhan Ekonomi di Lampung

  • Whatsapp
Gedung DPRD Lampung. Foto: ist

LAMPUNG- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) Lampung I Made Suarjaya mengaku miris melihat posisi Provinsi Lampung yang menduduki peringkat ke empat dengan penghasilan terendah.

Hal ini menanggapi data dari Badan Statistik Lampung menduduki urutan ke empat dari 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah pada Q1 2021.

“Tadi saya sempat tanyakan, tetapi belum terjawab. Sebenarnya miris juga,” kata Anggota Komisi III DPRD Lampung I Made Suarjaya (31/5/21).

Pemprov Lampung mesti kreatif untuk mencari sumber pendapatan tersebut. Menurut anggota Fraksi Gerindra DPRD Lampung ini, ada tiga sumber pendapatan terbesar, yakni dari Dana Bagi Hasil, Cukai, BPNKB.

“Tiga kompenen ini pendapatannya yang besar,” kata dia.

Baca Juga :  DPD PKS Metro Berkurban 3 Ekor Sapi dan 4 Kambing

Adapun solusi yang ditawarkan Wakil Rakyat Dapil VII Lampung Tengah ini untuk menyelesaikan persoalan ini, Pemprov Lampung mesti mensejahterakan Petani.

“Kalau Petani kita panen dengan hasil dan harganya bagus, mereka pasti beli rokok (ini hubungan ke Cukai, motor ataupun mobil. Intinya pemerintah mesti konsentrasi ke Petani,” ungkap dia.

“Jadi Petani Berjaya itu, diberjaya kan benar petaninya,” sindir dia. (*)

Facebook Comments