Anggaran APBD Pemkot Balam 400 Ton Beras di Salurkan, Karungnya Kok Cap Herman HN

  • Whatsapp

Bandarlampung – Bantuan 400 ton beras kepada 80 ribu warga menengah ke bawah di Kota Bandarlampung (Balam), yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19), mulai disalurkan secara door to door, mulai Sabtu kemarin (18/4/2020).

Namun, sejauh ini sumber dana anggaran bantuan untuk pembelian beras tersebut Masih belum jelas dari mana asal usulnya, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar H. Beny HN Mansyur, S.Sos, SH.

Ketua Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa, bila beras yang dibagikan bertuliskan Bantuan Walikota Herman HN, maka bantuan tersebut merupakan bantuan pribadi dari walikota Herman HN itu sih sah-sah saja. Selasa(21/4)

“Namun apabila beras yang dibagikan tersebut menggunakan anggaran APBD, ya tidak bisa tulisan di karung beras tersebut, bertuliskan bantuan walikota Herman HN, seharusnya bertuliskan Bantuan Pemerintah Kota Bandarlampung,” Ujar Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Baca Juga :  Asep Bersyukur Dengan Profesi Sebagai Pemetik Buah Kelapa Dengan Ditemani Seekor Monyet Miliknya

Dari Hasil pantauan tim korosponden di lapangan bahwasanya pembuatan karung beras bertuliskan bantuan walikota Herman HN merupakan salah satu faktor memperhambat proses pendistribusian dan mensia-siakan anggaran, yang mana mestinya anggaran pencetakan karung beras tersebut dapat di gunakan untuk hal yg lebih baik dan bermanfaat dalam keadaan kondisi saat ini.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui Kepala Dinas Sosial, Tole Dailami mengatakan bahwa, bantuan beras tersebut menggunakan dana APBD, dan dinsos sudah menyerahkan data penerima tersebut kepada Tim gugus tugas Covid-19.

“Itu bukan dana pribadi pak Herman, itu dana APBD, kan tertera,” Jelas Kadis sosial saat dikonfirmasi haluanlampung.com.

Humas Bulog Lampung Rafki Ismail menerangkan bahwasanya pihak Bulog menjual beras berukuran 5kg, 10kg, dan 50kg dan yg mana karung beras yg berukuran 5kg, dan 10kg tercetak logo Bulog dan sedangkan kasarung beras yg berukuran 50kg itu hanya polos saja.

Baca Juga :  Misni Chusni Fadil Resmi Dikukuhkan Sebgai Ketua Pengurus MUI Mesuji

Rafki juga menjelaskan dan menyarankan pembeli komersial dapat memesan dan mencetak karung beras dengan kemasan khusus sesuai apa yg di inginkan pembeli dan biaya di tanggung oleh pihak pembeli dan silakan komunikasi dan negosiasi dengan pihak buruh di gudang karna merekalah yang mengerjakannya, ujar rafki. (tim)

Facebook Comments