Andi Cori Nilai Pernyataan Komaruddin Ali Terlalu Tendensius

  • Whatsapp

TANJUNGPINANG – Terpilihnya pasangan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina sebagai pemenang Pilgub Kepulauan Riau 2020 merupakan kemenangan seluruh masyarakat, tidak terkecuali para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Pemerintahan Kepri.

Terkait dengan adanya pemberitaan yang dimuat oleh media online Nagoyanews.com yang berjudul Ciptakan Roda Pemerintahan Kepri Bersih, Kamaruddin Ali: Pak Ansar Lebih Baik Beli “Piring Baru’. Andi Cori selaku tokoh pemuda Kepri menilai bahwa pernyataan dari Kamaruddin Ali terlalu tendensius.

Menurut Cori, sebagai Anggota DPRD Kepri, seharusnya Kamaruddin Ali seharusnya idealnya memberikan masukan sehingga solusi yang baik diperlukan dalam proses kepemimpinan.

Demikian diingatkan seorang Pemuda Kepri, Andi Cori Patahuddin. Dari itu pula ia meminta kepada seluruh pihak agar bersama-sama menciptakan suasana yang adem.

Baca Juga :  Dapat Bantuan dari Singapura, Gubernur Berharap Kepri Segera Zona Hijau

Bicara menciptakan suasana adem seiring kemenangan Ansar-Marlin, Cori mengatakan, idealnya masukan hingga solusi yang baik diperlukan dalam proses kepemimpinan. Kerena kalau memang semua ASN Pemprov Kepri “Kotor” dan “Retak”, siapa pula yang membantu Ansar nanti.

“Jangan asal cakap namun tidak memberi solusi, emang dia anggota DPRD Pemprov Kepri bersih dari segala hal dalam menjalankan tupoksinya,” ungkapnya.

Dengan diterpilihnya Ansar – Marlin dalam Pilgub Kepri 2020 lalu, Cori berharap dimasa kepemimpinan Ansar-Marlin, Provinsi Kepri lebih baik dan maju dari segala sisi.

“Semoga semua baik-baik saja, dan ingat Kepri ini sama-sama kita miliki,” tutupnya.

Sementara, mengutip dari nagoyanews.co.id, anggota Komisi I DPRD Kepri, Kamarudin Ali mengatakan, untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri terpilih Ansar Ahmad Ahmad-Marlin Agustina harus selektif dan tegas dalam menjalankan roda pemerintahan di Pemprov Kepri ke depannya.

Baca Juga :  Bupati Bintan dan FKPD Hadiri Kegiatan Vaksinasi dan Peninjauan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Menurut pria yang akrab disapa Wak Den ini, ibarat sebuah rumah yang dihuni oleh satu keluarga kemudian penghuni lama pindah dan meninggalkan perabotan yang kotor, seperti tidak terawat dengan baik. Permasalahan lain tentu juga terlihat di bagian luar, dan sekitar rumah itu sendiri.

“Pan Ansar dan Bu Marlin seperti masuk rumah baru yang ingin ditempati, namun masih banyak piring yang ditinggalkan kotor, bisa-bisa salah cuci berakibat pecah dan melukai tangan sendiri. Lebih baik beli piring yang baru, supaya tidak ada noda yang tertinggal apabila ingin dipakai,” katanya, Sabtu (20/2). (Bian)

Facebook Comments