Amankan Produksi Padi, Dinas TPHP bersama Petani Lakukan Gerdal Hama Tikus

  • Whatsapp

Negeri Agung (23/6) Upaya pengamanan produksi pertanian di masa pandemi covid 19 ini sangat penting jangan sampai serangan semakin meluas dan terlambat bertindak sehingga merugikan masyarakat.

Untuk itu kegiatan pengendalian (gerdal) hama tikus melalui aksi gropyokan yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Way Kanan bersama UPT,Korlu, POPT PPL & Poktan subur dan Sri Rejeki Kampung Kota baru Kecamatan Negeri Agung merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk mengurangi serangan tikus per tanaman padi sawah dan mengamankan produksi padi di Kampung.

Menurut Rofiki, S.TP,MM Sekretaris Dinas TPHP Kabupaten Way Kanan yang ikut serta dalam aksi gropyokan mengatakan kunci keberhasilan pengendalian tikus adalah bagaimana mampu menggerakkan kekompakan para petani sebab ini penting dalam melakukan gerakan pengendalian secara bersama sama.Pelaksanaan gerakan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman pangan dan holtikultura dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan petugas pengendalian organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) di areal pertanaman petani.

Baca Juga :  Terkait Pemukulan Ketua DPRD Lampura, PUSKAMSBL: Uji Nyali untuk Polisi dan Ketegasan BK DPRD Lampura

Eka Susanti selaku Koordinator Penyuluh (Korlu) merangkap PPL Kampung Kota Baru mengatakan bahwa pengamatan organisme pengganggu tumbuhan merupakan salah satu prinsip dasar dari sistim pengendalian hama terpadu yang digaungkan Kementerian Pertanian dan kegiatan aksi gropyokan merupakan upaya aksi nyata pengendalian hama bersama dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian dimasa pandemi ini.

Disela kegiatan aksi gropyokan pengendalian (gerdal) hama tikus Dinas TPHP Kabupaten Way Kanan dikatakan Abdi Setiawan Roza Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Negeri Agung juga diserahkan bibit jeruk kepada masyarakat untuk pemanfaatan pekarangan bagi anggota KWt Mekar Sari Kampung Kota Baru dengan harapan kelak dapat memenuhi kebutuhan vitamin C bisa meningkatkan ekonomi keluarga terang Abdi. (*)

Facebook Comments