Aktivis Wanita STKIP PGRI Bandar Lampung Angkat Bicara Soal Darurat Perlindungan Anak dan Kaum Perempuan

  • Whatsapp
Aktivis Wanita STKIP PGRI Bandar Lampung Angkat Bicara Soal Darurat Perlindungan Anak dan Kaum Perempuan

Bandarlampung – Aktivis Perempuan PMII Komisariat STKIP PGRI Mulai Geram dengan Lemahnya Perlindungan Anak Dan kaum Perempuan Di Provinsi Lampung Pina mengatakan Dalam beberapa bulan terakhir maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah lampung.

“Contoh saja, beberapa minggu yang lalu terjadi aksi kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan oknum satpam rumah sakit RSUD Abdul Moeloek kepada seorang nenek penjual air panas sampai mengalami luka pada bagian bibir Akan tetapi sampai saat ini tidak ada sanksi yang tegas untuk oknum satpam tersebut dan tidak ada informasi ke publik yang jelas terkait sanksi pidana yang tegas untuk oknum hanya sampai permohonan maaf dari pihak RSUD abdul moeloek.” kata Pina (19/09/2021)

Baca Juga :  Tidar Lampung Segera Gelar Musdalub

“Selanjutnya pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh pamannya sendiri yang juga kepala dusun kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung, saat ini oknum tersebut sudah ditangkap namun lagi lagi penangguhan tahanan dan oknum berkeliaran menghirup udara segar dan tak jelas siapa yang menangguhi, kabar saat ini oknum tidak jelas keberadaannya kami sangat menyayangkan hukum di lampung terkait perempuan dan anak dilemahkan,”paparnya

“Dari data yang kami rangkum bahwa di lampung masih banyak kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi dimana tercatat 177 kasus selama tahun 2021. Ditambah lagi provinsi lampung termasuk 5 besar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di indonesia,”

“Dimana kami menilai hukum tindak pidana untuk perlindungan perempuan dan anak di lampung masih lemah dan oknum yang melakukan kekerasan kepada perempuan dan anak tidak di berikan sanksi pidana sesuai undang undang yang berlaku. Sehingga oknum yang melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak ada efek jera maka sangat dikhawatirkan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan semakin merajalela,”

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Ikuti Peringatan Puncak Acara Hari Sumpah Pemuda Ke-93 Secara Virtual

‘Maka dari itu meminta kepada pemerintah provinsi agar melakukan sosialisasi secara masif di tingkat kelurahan seluruh wilayah lampung terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak agar semua paham bahwa kami punya hak aman dan nyaman serta hak hidup yang sama.” ucapnya

“Selanjutnya meminta kepada polda Lampung untuk memerintahkan Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan untuk mendampingi dalam sosialisasi serta sungguh sungguh memberikan perlindungan dan pemberdayaan yang masif terhadap perempuan dan anak di lampung dan menjadikan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak sebagai program khusus kapolda lampung agar terciptanya rasa aman untuk kami selaku perempuan dan anak lampung,”

“Selanjutnya kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum setegak-tegaknya terkait kasus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung Karena sampai saat ini kami masih yakin dan percaya bahwa aparat penegak hukum di Lampung masih pro terhadap kami perempuan dan anak Tanpa menimbang adanya kepentingan selain rasa aman dan nyaman kepada kami ? serta menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Tunas Indonesia Raya 1 dan 2 resmi dibuka dalam Musdalub Tidar Lampung

Pos terkait