Akte Nikah Milik Christina dan Suwondo Diduga Tidak Sesuai Fakta

  • Whatsapp

Bekasi – Dugaan pemalsuan persyaratan akte nikah nomor.607.92.VII.1998 yang diterbitkan pada tanggal 29 juli 1998 oleh Kantor Urusan Agama ( KUA ) Cibitung, Kabupaten Bekasi yang berujung dengan gugatan harta gono-gini di Pengadilan Agama kota Bekasi dengan Nomor perkara.1254/Pdt.G/2021/PA/Bks.

Christina Razak, mengungkapkan, bahwa akte nikah yang dimilikinya diduga ada pemalsuan data yang dilakukan oleh mantan suaminya Suwondo.

Ia menduga kuat data yang tercantum pada akte nikah itu tidak sesuai fakta yang diberikan saat pengajuan pembuatan akte nikah.

“Status mantan suami saya saja di buku akte nikah seperti nya gak jelas karena waktu itu, dia bilang sama saya mau cerai sama istri pertamanya sampai kami bercerai pada tahun 2017 mantan suami saya belum juga menceraikan istri nya,” cerita Christina Razak kepada awak media di kediamannya, Senin (19/4).

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Barito Hakim Putra Hadirkan Saksi "a decharge" dan Keterangan Ahli Pidana

Selain itu Christina Razak, menegaskan, mengenai domisili yang tercantum di akte nikah juga bukan sebenarnya, karena menurutnya (Christina Razak-red) belum pernah berdomisili di cibitung melainkan di jakarta timur, begitu juga mantan suami saya berdomisili di Kota Bekasi.

Di tempat terpisah, Suwondo selaku mantan suami dari Christina Razak, menyanggah, bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemalsuan persyaratan pengajuan akte nikah pernikahan dirinya dengan mantan istrinya.

Ia sedikit menceritakan kronologis pernikahannya saat itu dilakukan karena mantan istri nya ( Christina Razak ) di ketahui kondisi sedang mendua ( mengandung ) dan meminta pertanggungjawaban sampai akhirnya saya (Suwondo-red) menikahinya.

“Saya gak memalsukan, saya bareng-bareng dengan mantan istri saya ke KUA dan mertua sayapun tau,” kata Suwondo saat di wawancarai di lobby kantor pengadilan agama kota Bekasi.Rabu ( 21/04/2021 ).

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Barito Hakim Putra Hadirkan Saksi "a decharge" dan Keterangan Ahli Pidana

Lanjut suwondo, menurutnya sudah menjalankan sesuai prosedur KUA, dalam melaksanakan pernikahan besama mantan istrinya ( Christina Razak ) saat itu.

“Proses selanjutnya saya gak tau pak! Padahal petugas pencatat nikah atau penghulu datang di pernikahan, dicatat semua jadi ada syarat nikah, saksi, mahar, orang tua wanita juga ada,” katanya.

Saat di singgung soal status yang tercantum di akte nikah, Suwondo menyanggah tidak mengetahui jelas apa yang tertera di akte nikah itu.

“Yang jelas mantan istri nya ( Christina Razak ) tau pak bahwa saya sudah beristri, dan dia juga kenal dengan istri saya,” ujarnya.

Selanjutnya ia menyarankan, mengenai dugaan pemalsuan data akte nikah itu agar ditanyakan ke Kantor Urusan Agama saja karena akte tersebut KUA yang mengeluarkan,” terangnya.

Baca Juga :  Sidang Lanjutan Barito Hakim Putra Hadirkan Saksi "a decharge" dan Keterangan Ahli Pidana

Di lokasi yang sama Panitera muda pemohon, Sulaeman Syaifudin SH, menanggapi dugaan pemalsuan persyaratan akte nikah itu bahwa pihak nya tidak dapat memastikan persyaratan yang didaftarkan oleh pemohon pihak pengadilan agama tidak mempunyai kewenangan untuk menilai palsu atau tidak karena sifatnya pasif.

“Apa yang di ajukan pemohon sesuai dengan register akte buku nikah ynag terdaftar di KUA maka pihaknya tetap memproses,”pungkasnya.

Menurutnya, adapun dugaan pemalsuan bukan ranah pihak pengadilan agama akan tetapi itu ranah pihak penegak hukum,jika memang ada pihak yang merasa di rugikan silahkan melapor kepada pihak penegak hukum” tutupnya (Jerry)

Facebook Comments