Akses Transportasi Udara dan Laut untuk Masuk Kepulauan Tanimbar Dibatasi

  • Whatsapp

Saumlaki, – Forum Komunikasi Pemerintah Daerah bersama Tim Gustu Covit 19 Tanimbar kembali melakukan pembatasan sementara transportasi udara dan laut untuk masuk ke wilaya Kabupaten Kepulauan Tanimbar pasca bertambah lagi 40 orang pelaku perjalanan dengan Kapal Sabuk 34 dari Ambon ke Saumlaki yang dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil tes Swab oleh tim medis di Provinsi Maluku.

Bupati Petrus Fatlolon dalam rapat dan mendengar saran serta usul bersama dari anggota Forkopimda dan Tim Gustu, Rabu(9/9/2020) menyatakan kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilaya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Pembatasan Khusus bagi kapal penumpang komersial dilakukan pembatasan satu bulan setengah sampai akhir Oktober. Dan nantinya akan dievaluasi pada pertengahan Oktober dan kita akan minta pertimbangan tim medis,” terangnya.

Untuk penerbangan komersial, pembatasan sementara akan dilakukan selama satu bulan teritung Selasa (15/9) sampai 15/10 2020.Selain itu Fatlolon, berjanji akan menyurati dua pimpinan maskapai yang melayani wilayah Kepulauan Tanimbar, diantaranya Wings Air dan Susi Air untuk sementara menghentikan proses pelayanan penerbangan masuk hingga batas waktu yang ditentukan.

“Sementara penerbangan TNI AU,TNI AD,TNI AU dan Polri serta penerbangan non komersial lainnya bisa diizinkan untuk terus terbang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya.

Selain menyurati dua pimpinan maskapai penerbangan itu, Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga akan menyurati Pemerintah pusat dan Pemerintah Propinsi Maluku sebagai laporan, termasuk dua pimpinan bandar udara di wilayah Unit kerja Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri Saumlaki dan Bandar Udara Larat.
Termasuk Pemda akan menyurati pimpinan pelabuhan laut untuk semua menjalankan keputusan ini.

Namun sebelumnya, lanjut Fatlolon Pemkab Kepulauan Tanimbar sudah beberapa kali melakukan penutupan sementara pintu masuk dan keluar daerah untuk masyarakat yang hendak keluar dan masuk, kecuali angkutan logistik.

Dalam instruksi tersebut Bupati Fatlolon menguraikan beberapa alasan pemberlakuan lockdown sebagai upaya percepatan dalam penanggulangan pencegaan penyebaran Covid-19 yang akan bertambah.

Beberapa pemberlakuan dasar sesuai SK Presiden nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Nomor 13 Tahun 2020 tentang pembatasan penumpang di kapal, angkutan logistik dan pelayanan pelabuhan selama masa darurat penanggulangan bencana Covid-19, dan maklumat Gubernur Maluku nomor 443.1 – 18 tahun 2020 tentang pencegahan penanggulangan dan pengendalian penyebaran Covid-19, serta memperhatikan lonjakan arus kunjungan penumpang ke wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang meningkat drastis sehingga dinilai berpotensi menimbulkan penyebaran virus Corona.

Dan bagi Masyarakat diluar daerah maupun masyarakat ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang ingin pulang kedaeranya atau kembali ke KKT agar agar segera melakukan penyesuaian dengan Waktu yang telah disepakati dan ditetapkan bersama. MG

Facebook Comments