Agus Budiono: DPMPTSP Bekasi Terkesan Menghalangi Tugas Media

  • Whatsapp
Ketua Investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Agus Budiono

Bekasi – Menanggapi surat balasan permohonan informasi DPMPTSP Kota Bekasi kepada Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi dengan nomor: 488/2407/PPID yang di tanda tangani oleh Sekretaris Dinas H.M Bunyamin pada tanggal 22 september 2021

Ketua Investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Agus Budiono mengkritisi kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang terkesan menghalangi tugas media dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan informasi ke publik terkait perizinan Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah kota Bekasi.

“Saya sangat menyayangkan dengan kinerja DPMPTSP terkait Tidak diberikannya permohonan data THM yang berizin di wilayah kota Bekasi,” katanya.

Agus menambahkan, dirinya menduga dengan tidak diberikan data THM yang sudah mengantongi izin oleh DPMPTSP ada persekongkolan antar dinas terkait bermain mata.

“Pengeluaran izin yang di buat oleh DPMPTSP itu harus ada rekomendasi dari dinas terkait. Ketika mereka tidak berani mengeluarkan data yang harusnya memang dapat menjadi konsumsi publik disitu terkesan ada yang di tutup-tutupi atau patut diduga ada yang coba-coba memainkan pajak pendapatan dari THM tersebut,” tegasnya.

Agus berharap agar walikota Bekasi Rahmat Efendi segera turun tangan dan mengevaluasi kembali kinerja dari bawahannya.

“Saya meminta kepada walikota Bekasi segera turun tangan agar melakukan sidak kedinas terkait agar PAD kota Bekasi dapat terserap dengan maximal dan memutus mata rantai korupsi di kota Bekasi.” Pungkasnya.

Perlu di ketahui, sebelum mencuat terbongkar nya salah satu THM yang beroperasi sejak 2018 yang tidak terdaftar di data base DPMPTSP Kota Bekasi.

DPMPTSP Kota Bekasi selalu memberikan keterbukaan informasi Publik, ini menjadi pertanyaan besar kenapa sekarang lebih menutupi Ada apa sebenar nya dengan Perijinan THM di Kota Bekasi ???,” tutupnya.(Red)

Pos terkait