ada Sosok Mantan “Centeng” dibalik Penanganan Tsunami Birokrasi Lamsel

  • Whatsapp

Bandarlampung – Siapa sangka Sosok Nanang Ermanto, Bupati Lampung Selatan Definitif kelahiran Tanjung Karang, 10 Oktober 1967 ini mengawali karir politiknya jatuh bangun, merangkak benar-benar dari nol.

Berawal dari dirinya yang hanyalah seorang mantan ‘centeng’ (sebutan security pada masa itu), dan menjadi pekerja serabutan, membuka warteg pun ia sudah pernah lakoni.

Riwayat Pendidikan
Terlebih lagi sebelumnya, Nanang melewati perjalanan pahit pada masa kecil hingga remaja. Terkenal dengan sosok yang nakal sampai memiliki riwayat lima kali pindah Sekolah saat menempuh Pendidikan Dasar (SD), hingga pada saat Ia menempuh Pendidikan Menengah Pertama (SMP), pendidikan khusus di SLB Handayani (Pusat Rehabilitasi Anak Nakal) binaan Departemen Sosial RI di kawasan Cilandak, Jakarta. Namun pada masa itu sekolah swasta belum bisa mengadakan ujian sendiri, Nanang mengikuti ujian di SMPN 11 Jakarta Selatan, sehingga Ia memperoleh ijazah dari sekolah tersebut.

Dampak memiliki riwayat pernah bersekolah di SLB Rehabilitasi, Nanang menjadi sangat sulit diterima di sekolah Menengah Atas (SMA) yang Ia datang. Namun Ia tetap bertekad untuk melanjutkan sekolahnya sampai akhirnya pindah ke Lampung kembali.
“Walaupun dulu saya mantan anak nakal, saya juga ingin punya masa depan, sekolah itu tempatnya menimba ilmu hak semua orang” ungkapnya pada haluan Indonesia saat ditemui di Cafe Aspirasi, Way Halim, Sabtu Malam (20/06/2020).

Akhirnya Ia diterima di Sekolah Tunas Harapan, Bandar Lampung, kemudian Ia mengikuti ujian di SMAN 5 Bandarlampung dan menerima ijazah dari sekolah tersebut di tahun 1987.

Baca Juga :  PMI dan Misi Kemanusiaan di Masa Pandemi

Riwayat Pekerjaan
Lika-liku hidupnya tak berhenti, Ia meminang Winarni pada tahun 1991 dan menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Keluarga dengan 2 orang anak. Nanang memulai usaha warung makan, pekerja serabutan hingga menjadi seorang ‘centeng’ pada tahun 1992 demi menghidupi keluarganya.

Kemudian, Ia menjadi anggota Badan Permusyarawatan Desa (BPD), Kemudian menjadi Kepala Desa Way Galih (2007-2009) belum selesai jabatannya, Ia terpilih menjadi anggota DPRD Lampung Selatan selama 2 periode (2009-2015), pada periode kedua berkat keaktifan dan kinerjanya ia akhirnya dipinang menjadi Wakil Bupati Lampung Selatan dengan Zainudin Hasan.

Riwayat Partai
Nanang pernah menjadi Ketua Ranting PDI desa Way Galih ini akhirnya menjadi didaulat menjadi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Selatan, transformasi dari PDI.
Aktif berpartai dan menjadi anggota DPRD Lampung Selatan hampir dua periode akhirnya mengubah perjalanan hidupnya. Zainudin Hasan pun menggandengnya untuk berkontestasi dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2015. Kemudian sejarah ditorehkan, pasangan dengan idiom ZaiN ini terpilih memimpin bumi Khagom Mufakat untuk periode 2016-2021 dengan kemenangan 57,82% suara.

Ia menceritakan perjalanan hidupnya mulai dari berita-berita hoax yang menyerangnya dengan tuduhan ijazah palsu, Menurutnya kunci dari kesuksesan adalah dukungan keluarga dan Kebersamaan Keluaga yang harus dibangun.
“Semua ini berkat dukungan keluarga orang-orang terdekat yang tidak pernah berhenti mensupport dan mengingatkan saya” paparnya.

Baca Juga :  Terkait PKH, Puluhan Emak Emak Sambangi Kantor AWPI Metro

“Di amanahkan sebagai Plt Bupati,
Perkara yang menimpa mantan bupati Zainuddin Hasan dan Tsunami Birokrasi yang menimpa Lampung Selatan mengharuskannya menjadi nahkoda rakyat.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.18/5295/SJ tertanggal 27 Juli 2018, Nanang Ermanto ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan.
Pada Jum’at, 3 Agustus 2018, Nanang Ermanto resmi menerima penugasan tersebut melalui Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung.

Pelayanan masyarakat pada saat itu berjalan ditempat, seolah-olah birokrasi kehilangan induknya. Aktivitas tensendat, mental para ASN pun jatuh. Nanang Kemudian menumbuhkan benih-benih Gotong royong dan kebersamaan untuk memperbaiki sistem.
” semua saja ajak, bersama-sama kita bangun kembali Lampung Selatan, kita perbaiki lagi. Menumbuhkan rasa kepercayaan dan kepedulian satu sama lain untuk Lampung Selatan yang lebih baik lagi, Karenanya saya sangat berterima kasih kepada seluruh OPD dan Masyarakat yang mau berdiri kembali dari keterpurukan” jelasnya

Cobaan sebagai pemimpin belum juga usai, saat jembatan Kalianda belum usai di bangun, Lampung Selatan diterpa Tsunami 22 Desember 2018 akibat erupsi anak Gunung Krakatau.

Dengan hal yang sama, gotong-royong dan kepedulian, hal tersebut mampu dilewati. Kemudian inovasi-inovasi tumbuh akibat nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama ini.

Progam Kerja
Selamat 2 Tahun masa transisi, Kinerja Nanang Mulai dari sektor pendidikan, Nanang meningkatkan progam beasiswa dari jenjang SMP/Mts sederajat, SMA/SMK sederajat hingga ke tingkat Perguruan Tinggi. Beasiswa Putra Daerah ini berhasil menjangkau hampir 1000 Pelajar dan Mahasiswa asal Lampung Selatan.

Baca Juga :  dr. Dian Aesthetic dan Antiaging Hadir di Lampung

Kemudian pasca tsunami Ia mentransformasi Gor Way Handak yang “ngangkrak” menjadi pusat keramaian kota Kalianda. Stadion yang luas itu di sulap menjadi pusat wisata kuliner, Pusat Budaya, dan Pusat Olahraga. Gor Way Handak Juga dilengkapi fitur Internet Gratis yang dikelola oleh Dinas Kominfo Lampung Selatan.

Ia menampakkan potensi-potensi Kabupaten Lampung Selatan mulai dari Ekonomi Industri, Pariwisata, sampai Pertanian dan perkebunan.

Inovasi-inovasi yang ia sosialisasikan ke desa-desa, Budaya gotong-royong, Jumat bersih dengan serentak melakukan penanaman pohon disetiap desa. yang membuat desa memiliki tempat wisatanya sendiri seperti desa Srikaton Tanjung Bintang.

Baru-baru ini, Nanang menggagas Inovasi Lahan tidur dirumah Dinas Bupati Setempat, untuk Taman Edukasi dalam sektor perkebunan, pertanian dan perikanan yang bekerjasama dengan dinas terkait.
Ketahanan Pangan Lokal akan ditingkatkan melalui progam ini, agar masyarakat mampu memenuhi komoditas dan tidak lagi mengandalkan stok impor.

Cobaan berlanjut, ketika pandemi Covid 19 menerpa Indonesia, Lampung Selatan sebagai gerbang Sumatera tentu harus kerja lebih ekstra dalam menangani pandemi ini. Dengan budaya gotong-royong yang ditanamnya, Kepedulian antarsesama akhirnya saat ini Lampung Selatan, Zero Kasus Covid-19.

“Saya sangat berterima kasih kepada tim gugus tugas, dan OPD terkait akan solidaritas dan kepeduliannya hingga kita sampai di titik zero kasus, dan menjadi Zona hijau untuk penerapan New Normal” tutupnya. (Sela)

Facebook Comments