ACT Lampung Luncuran Wakaf UMKM

  • Whatsapp
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Lampung meluncuran wakaf Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bersama Angkat UMKM Indonesia yang digelar di Ruang Rapat Gedung Pusiban Provinsi Lampung. Foto: Anca

BANDARLAMPUNG – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Lampung meluncuran wakaf Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bersama Angkat UMKM Indonesia yang digelar di Ruang Rapat Gedung Pusiban Provinsi Lampung, Senin (22/06/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahaan dan Kesra Drs. Qudrotul Ikhwan, M. M, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Presiden Global Wakaf N Iman Akbari, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Ketua Darma Wanita, Walikota Bandar Lampung yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahaan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Sub Regional ACT Sumbagsel, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung, Pejabat Tinggi Pratama Dilingkungan Pemerintahaan Provinsi Lampung, Ketua Badan Wakaf Indonesia Provinsi Lampung dan Mitra ACT.

Baca Juga :  Sulitnya Ekonomi, Penjual Seni Lukis Tetap Urusi Anak Yatim Piatu

Dalam sambutannya, Drs. Qudrotul Ikhwan menyampaikan hari ini kita hadir untuk meningkatkan keperdulian dan perhatian kita kepada UMKM, memang sangat tepat sekali atas pilihan ACT untuk melaksanakan acara ini di Provinsi Lampung. Diketahui secara nasional kurang lebih ada 9,7 juta jumlah UMKM di Indonesia, sedangkan yang ada di Provinsi Lampung saat ini tercatat ada sekitar 147.556 UMKM. Ini berarti ada keluarga yang menggantungkan kehidupannya dalam usaha UMKM di Provinsi Lampung.

“Jumlah warga miskin pada saat ini di Provinsi Lampung mencapai 1,09 juta orang pada bulan September 2020, jumlah ini naik sekitar 12,7% dibanding dengan bulan maret 2020. Penduduk miskin itu berdasarkan pengeluaran perkapital perbulan dibawah garis kemiskinan, angka kemiskinan dilampung menjadi angka tertinggi yaitu 11,09% dengan jumlah 4,41 juta jiwa. Kemiskinan tertinggi berada di pedesaan yaitu naik hingga 17,77% sementara kenaikan kemiskinan kota sebesar 7,89% dengan angka kemiskinan yang naik selama pandemi juga punya pengaruh terhadap sektor UMKM,” Terangnya.

Baca Juga :  Walikota Wahdi Hadiri Paripurna Pemgambilan Sumpah Wakil Ketua I DPRD Metro

Ia menyatakan, pada masa pandemi covid-19 dan resesi ekonomi dilampung membuat 45% pelaku usaha mikro terpuruk.

“Permasalahan UMKM di Lampung diakibatkan menurunnya penjualan, sulitnya bahan baku, permodalan, produksi dan distribusi yang terhambat, permintaan produk UMKM menurun hingga 89%, angka penurunan yang cukup signifikan memukul umkm saat ini. Naiknya angka kemiskinan sebagian disumbang oleh terpuruknya UMKM,” Ungkapnya.

Untuk itu dia menyebutka persoalan Ini menjadi perhatian pemerintah provinsi Lampung, maka perlunya mendukung kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan UMKM yang ada.

“Kita sangat mengharapkan wakaf usaha mikro Indonesia dapat diberdayakan dan dapat dikembangkan dilampung, mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini dapat terlaksana segera untuk 1000 UMKM di 15 Kabupaten/kota se Provinsi Lampung. Harapnya. Dimasa pandemi ini kita harus meningkatkan sinergi atau saling bergandengan tangan untuk mengatasi permasalahan yang sedang kita hadapi,” Tutup Drs. Qudrotul Ikhwan (MRA)

Facebook Comments