banner 728x250
Tak Berkategori  

Dalih Asas Manfaat Olah Cetak Sawah, Penambang Pasir di Desa Jembrana Bebas Beroperasi

Avatar
banner 120x600

Lampung Timur – Berdalih asas manfaat olah lahan untuk cetak sawah, penambang pasir di Desa Jembrana, kecamatan Waway Karya, Lampung timur Bebas Beroperasi, Minggu (4/6/2023).

Diberitakan sebelumnya bahwa telah ditemukan dugaan aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Jembrana yang kian marak beroperasi tanpa tersentuh jerat hukum.

Menurut keterangan pekerja yang ada di lokasi penambangan pasir tersebut, bahwa lahan dan mesin sedot pasir itu adalah milik MD(40) warga desa Jembrana, kecamatan waway karya, Lampung Timur.

“Kami cuma kerja saja, lahan dan mesin sedot ini punya pak MD warga jembrana sini,” ujar pekerja tersebut.

Selaku pemilik tambang Pasir tersebut saat dikonfirmasi MD mengaku bahwa memang tidak ada izin karena itu sifatnya pengolahan lahan sendiri dan penggunaannya pun tidak seratus persen pasirnya di jual.

“Itu sifatnya pengolahan lahan sendiri karena penggunaannya pun tidak seratus persen dijual, maka kita tidak ada arah ke perizinan,” ungkap MD.

Dikatakan oleh MD, itu adalah lokasi milik sendiri dan mengacu pada asas manfaat pengolahan lahan untuk cetak sawah.

“Itu lokasi kita sendiri dan jalan selalu di perbaiki, ya itu mau kita cetak sawah, kita mengacu pada asas manfaat, untuk fasilitas umum kita bagikan pasir gratis,” kata MD, Minggu (4/6/23).

Lebih lanjut, MD juga menjelaskan bahwa untuk Lampung timur seluruhnya untuk galian c tidak ada izin semua, maka tidak mengacu pada izin namun manfaat nya, sepanjang lokasi tersebut tidak ada dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) dan tidak merusak aset negara.

“Lokasi kita ini dan pada umumnya di wilayah Lampung Timur seluruhnya kalau berbicara galian c itu tidak ada izin semua, maka ranahnya tidak mengacu pada izin tapi manfaatnya, sepanjang lokasi itu tidak dalam aliran sungai dan tidak merusak aset negara,” jelas MD.

Menurut MD, jika mengacu pada galian c maka kedalamannya harus di atas 4 meter yang mana kubangan tersebut tidak dapat tertimbun sendiri dan berdampak pada keselamatan warga, kalau lahanku rata-rata 1 meter sampai 2 meter.

“Ukur kedalamannya kalau kedalaman sudah di atas 4 meter 5 meter, yang mana kubangan itu tidak dapat tertimbun sendiri dan membahayakan warga baru mengacu pada galian c,” ucap MD.

“Kalau lahanku rata-rata satu meter setengah sampai 2 meter ketemu padat sudah di hentikan, murni itu menghabiskan pasirnya, makanya banyak pasir yang kita bagikan gratis kepada warga.” tukasnya.

Sementara menurut Sumber lain yang enggan identitasnya di publikasikan, mengatakan bahwa pasir dari desa Jembrana tersebut sudah di pakai untuk material pembangunan jalan rabat beton proyek PISEW di tiga kecamatan.

“Pasir dari jembara milik MD itu lah yang di pakai untuk material proyek jalan rabat beton PISEW di tiga kecamatan yaitu proyek PISEW di kecamatan Sekampung udik, kecamatan wawaykarya dan kecamatan Marga Sekampung,” Ungkap Sumber terpercaya itu.

Sebelumnya beberapa waktu lalu saat awak media menyambangi proyek PISEW jalan rabat beton yang ada di kecamatan wawaykarya, salah satu pekerja mengaku bahwa pasir tersebut dari lokasinya pak MD Desa jembrana,

“Kalau pasirnya ya dari lokasi nya pak MD orang Jembrana sini,” Ujar pekerja yang enggan namanya disebut beberapa waktu lalu.

Sampai berita ini di terbitkan Kepala Desa Jembrana dan Camat waway karya belum bisa dikonfirmasi.
(jex)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *