15 KK di Desa Sripendowo Mundur dari KPM PKH

  • Whatsapp

LAMPUNG SELATAN – Sebanyak 15 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mundur lantaran sudah sejahtera. 15 keluarga itu tinggal di desa Sri Pendowo, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Saat Pendamping PKH Kemensos Ketapang, bersama anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa dan aparatur desa setempat melakukan transparasi bantuan sosial dengan pemasangan stiker atau labelisasi ke rumah keluarga penerima bantuan untuk fakir miskin itu, tercatat 15 keluarga dari jumlah KPM di desa Sri Pendowo sebanyak 81 peserta langsung mengundurkan diri.

“Mereka langsung memilih mundur saat rumahnya akan dipasang stiker khusus. Mereka beralasan masih banyak warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan,” kata Pendamping PKH Kemensos Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Albar Rofdoni, kepada Lampost.co, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Tubaba Hadiri Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota Provinsi Lampung

Sejauh ini, ujar Albar, jumlah KPM di kecamatan Ketapang terus berkurang seiring masih terus dilakukan pemasangan tanda khusus di rumah keluarga miskin penerima bansos PKH tersebut.

Menurutunya, baru 7 dari 17 desa di kecamatan Ketapang, yang telah dipasangi stiker tanda khusus di rumah KPM. “Sampai saat ini ada sekitar 300 keluarga dari 7 desa yang menyatakan mundur sebagai penerima bantuan PKH,” terangnya.

“Sebanyak 2.544 keluarga di 17 kecamatan Ketapang terdaftar sebagai KPM bantuan PKH. Dan sekitar 108 keluarga di empat mengundurkan diri sebagai peserta KPM PKH sejak dilakukan labelisasi pada 14 Januari sampai hari ini, 22 Januari 2020,” ungkap Albar.

Sebelum dilakukan labelisasi dengan tujuan agar bantuan tepat sasaran, jelas Albar, jumlah KPM di kecamatan Ketapang yang tersebar di 17 desa mencapai 2.544 peserta. Namun jumlah keluarga miskin itu terus menurun pasca labelisasi di rumah KPM PKH sejak akhir Januari lalu.

Baca Juga :  BK Minta Anggota DPRD Taati Peraturan Tata Tertib Dalam Proses Pengaduan

Albar menilai pengunduran diri sebagai KPM-PKH ini bukan semara mata rumah peserta bantuan dipasanf tanda khusus, namun mereka telah memiliki kesadaran dan perubahan sikap untuk mandiri.

“Di sini tidak ada intimidasi sama sekali. Para KPM-PKH itu mundur atas kesadarannya sendiri. Mereka juga bersedia membuat surat pernyataan mundur sebagai penerima bantuan untuk keluarga miskin tersebut,” tandasnya. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.