11 Pohon Milik Pemkot Metro Ditebang Tanpa Izin

  • Whatsapp

Metro – 11 pohon di Hutan Kota Stadion Tejosari Kecamatan Metro Timur milik pemerintah Kota Metro telah ditebang. Kejadian ini diketahui setelah ada laporan warga setempat kepada awak media.

Camat Metro Timur, Joni membenarkan kejadian tersebut, persoalannya adalah warga tidak mengerti dengan tanpa izin telah melakukan penebangan pohon di hutan kota tersembut.

Memang benar telah terjadi penebangan pohon di Hutan Kota Tejosari Metro Timur. Sebelumnya salah satu warga Tejosari ” NN “mengajukan permohonan penebangan pohon dikarenakan ada tiga pohon yang mati di Hutan Kota Stadion.

Rencanannya kayu tersebut untuk rehap mushola, kemudian warga tersebut mengajukan permohonan ke Kelurahan untuk meminta izin. Namun sangat disayangkan, NN tidak mengerti dan sudah langsung melakukan pemotongan pohon tanpa meminta izin terlebih dahulu ke Dinas terkait yaitu LH (Lingkungan Hidup) sesuai arahan pihak kelurahan, ungkap Joni.

Baca Juga :  Raden Adipati Ikuti Virtual Meeting Panduan Pembelajaran di Masa Covid-19

Ditambahkan Joni, bahwa sesuai surat permohonan penebangan pohon hanya tiga batang. Tetapi pelaku telah memotong belasan pohon dan setelah melakukan rapat hasilnya pelaku siap mengganti kas negara.

“Pohon yang ditebang sebanyak sebelas pohon, melebihi pengajuan warga yaitu hanya tiga pohon yang mati. Atas kejadian itu, setelah dilakukan musyawarah warga, diputuskan pelaku mengganti dan menyetorkan uang ke kas negara sebesar Rp. 500.000 ( lima ratus ribu ),” ungkap Joni.

Sementara itu, Buyung selaku pengurus mushola Al- Ikhlas mengatakan bahwa saat ini mushola Al- Ikhlas belum pernah meminta bantuan.

“Saya sebetulnya yang mengurusi mushola ini, kemarin pak Agus RT datang kerumah dan mengatakan ada dana 6 juta, ia meminta saya untuk membongkar mushola, tetapi saya mengatakan agar dilakukan rapat bersama warga sebelum dilakukan pembongkaran. Saya khawatir apabila mushola telah dibongkar dan tidak terealisasi, malu kita,” kata Buyung.

Baca Juga :  Bupati Pesibar Hadiri Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2019

Permasalahan saat ini, ada dugaan pemaksaan yang sangat tergesa-gesa oleh pelaku. Saat tim media turun ke lokasi untuk melihat mushola Al-Ihklas, terlihat mushola belum dibongkar. Kuat dugaan pelaku membuang alat bukti dan beralasan kayu tersebut telah digunakan untuk rehap mushola.

Sebagai acuan adalah Perda No.5 tahun 2016 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang berbunyi dalam pasal.

Pasal 18 ( Ketentuan Larangan)
Setiap orang dilarang :
a. Melakukan alih fungsi RTH
b. Melakukan perusakan terhadap tanaman yang berada di RTH publik.
c. Melakukan perusakan terhadap elemen estetika yang berada di RTH publik.
d. Melakukan perusakan terhadap sarana,fasilitas dan utilitas yang berada di RTH publik.
e. Melakukan perusakan terhadap fungsi RTH publik.

Baca Juga :  AWPI Metro Apresiasi Nikmatnya Hidangan Hotel Bintang Tiga Aidia Grande

Pasal 22 ( Ketentuan Pidana )
(1 ) Setiap orang dan badan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 18 diancam dengan sanksi pidana kurungan paling lama 3 ( tiga ) bulan atau denda paling banyak Rp.50.000.000,- ( Lima puluh juta rupiah ).

Atas perbuatan itu ada pelanggaran peraturan daerah Kota Metro. Oleh karena itu diharapkan ada tindakan tegas dan nyata dari Sat Pol. PP serta PPNS di Kota Metro. Jika perda ditegakkan maka akan membuat efek jera bagi masyarakat agar tidak semena-mena mencuri hak negara dengan alasan untuk kepentingan umum. (Dh)

Facebook Comments